Rabu, 13 Mei 2026

Kemenkes Lacak 48 Orang yang Kontak dengan 2 Pasien Virus Korona

Berita Terkait

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk tidak panik dan gaduh menyusul dua orang pasien positif di Indonesia. Meski begitu masyarakat tetap diminta waspada untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjelaskan, saat ini pihaknya telah melacak siapa saja yang melakukan kontak dengan kedua pasien.

Pelacakan ini didasari pada 3 kategori. Yakni kontak erat, kontak dekat, atau area tempat pasien berada. Dan sudah ada 48 orang yang diperiksa terkait ketiga kategori itu dengan pasien.

“Sudah ada 48 orang yang kami tracking, yang sempat kontak dengan anak dan ibu ini. Itu belum termasuk pegawai kesehatan di rumah sakit,” kata Anung dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Anung menjelaskan, yang perlu diperhatikan adalah bahwa penularan pertama terjadi pada pasien 1 yakni perempuan usia 31 tahun saat berdansa di Jakarta. Tertular dari warga Jepang. Kemudian menularkan pasien 2, yakni ibunya. Mereka berdua tinggal di Studio Alam, Depok.

“Sudah ada lokal transmisi (penularan lokal) di Indonesia dari anak ke ibu, itu yang lebih penting diperhatikan epidemologinya,” tukas Anung.

Maka dia menegaskan untuk menghadapi isu ini, masyarakat jangan sampai membuat gaduh. Masyarakat harus bisa membedakan mana kontak yang dekat, kontak yang erat, dan areanya.

“Enggak semua petugas medis di rumah sakit di Depok itu harus dirumahkan. Masih bisa jalankan aktivitas. Seluruh petugas kesehatan kan sudah tahu prinsip-prinsip pencegahan infeksi dengan baik. Kapan pakai Alat Pelindung Diri dan kapan cuci tangan, standar pencegahan infeksi pasti sudah tahu. Dan 48 pasien yang di-tracking itu belum total ya, masih ditelusuri,” tandasnya.(jpg)

Update