batampos.co.id – Muhyiddin Yassin, perdana menteri Malaysia yang baru, menghelat pidato kenegaraan pertamanya. Politisi 72 tahun itu menggunakan kesempatan tersebut untuk menanggapi semua cibiran yang muncul. Menurutnya, dia bukanlah pengkhianat seperti yang dikatakan oleh Mahathir Mohamad.
Muhyiddin menegaskan bahwa dia sama sekali tak punya keinginan untuk menjadi kepala negara Malaysia. Satu-satunya faktor yang mendorongnya untuk setuju dengan permintaan Kerajaan Malaysia adalah manuver politik dari oposisi. ”Saya bukanlah orang yang ingin menumbangkan negara. Saya justru ingin menyelamatkannya,” ungkapnya dalam pidato televisi yang dilansir oleh The Star.
Dia menjelaskan bahwa Bersatu awalnya mendukung Mahathir. Namun, hasil dari wawancara yang dilakukan oleh Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menunjukkan bahwa Mahathir tak mendapatkan suara mayoritas. Begitu juga dengan kandidat Pakatan Harapan Anwar Ibrahim.
Namanya baru keluar saat Raja Malaysia kembali memanggil ketua partai untuk menunjuk kandidat lain. Jika Muhyiddin tak menerima tawaran itu, bisa jadi Malaysia harus menggelar pemilu kembali. Itu artinya, UMNO dan koalisi oposisi mendapatkan keinginan mereka.
”Jika saya terus mendukung Mahathir, krisis politik ini akan menjadi panjang dan parlemen bisa dibubarkan,” ungkapnya Channel News Asia.
Muhyiddin menampik bahwa sejarahnya sebagai bekas petinggi UMNO membuatnya rentang perilaku korupsi. Dia berjanji untuk memilih pejabat kabinet yang punya integritas dan bebas sejarah korupsi. Dia juga berjanji untuk menanggulangi isu yang membebani warga Malaysia seperti biaya hidup, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.
”Anda butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, dan tagihan listrik. Anda ingin pemerintah yang bisa memecahkan masalah tersebut,” tegasnya.
Ketua Bersatu itu juga berusaha untuk memperbaiki komentar pro etnis melayu. ”Saya merupakan perdana menteri untuk semua rakyat Malaysia. Baik Anda melayu, tionghoa, india, atau suku dan ras lainnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Mahathir menantang Muhyiddin dalam voting di parlemen. Dia yakin benar bahwa dukungan untuknya mencapai mayoritas. Terutama, saat suara Anwar akhirnya diberikan kepadanya di saat terakhir.
”Jika rakyat ingin saya berjuang (mendapatkan kursi perdana menteri, Red), saya akan melakukannya,” ungkapnya. (bil/jpg)
