Rabu, 13 Mei 2026

Sempat Berobat Alternatif, Suspect Korona Meninggal Dunia

Berita Terkait

batampos.co.id – Karyawan BUMN suspect virus Korona meninggal di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH), Cianjur, Selasa (3/3) pukul 04.00 WIB. Pasien yang merupakan warga Bekasi berusia 50 itu sempat berobat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi.

Selanjutnya, dia berangkat ke Cianjur untuk berobat alternatif. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Akhirnya pasien dibawa ke RSDH) Cianjur untuk menjalawani perawatan medis. Ia dirawat di ruang isolasi di RSDH, Jalan Pramuka, Cianjur, sejak Minggu (1/3).

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pasien suspect virus corona itu memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia. “Sempat ke Malaysia tanggal 14 sampai 17 Februari 2020,” ujar Herman seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (3/3).

Pada tanggal 20 Februari, Warga Bekasi itu mulai merasakan sakit demam dan batuk-batuk. Selanjutnya, pasien mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi pada tanggal 22-26 Februari. “Tapi yang bersangkutan belum sembuh 100 persen, lalu pulang,” terang dia.

Kemudian, pasien itu berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekaligus bermaksud berobat ke alternatif. Akan tetapi, pada Minggu 1 Maret 2020, kondisi yang bersangkutan ternyata makin menurun dan drop serta merasakan sesak nafas. “Akhirnya yang bersangkutan dirawat di RSDH, untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Herman.

Diketahui pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun itu mengeluhkan sesak nafas dan kondisi kesehatan yang turun drastis. Kabar meninggalnya pasien suspect virus corona itu dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.

Akan tetapi, dirinya mengaku masih belum bisa memastikan apakah pasien benar positif atau negatif virus Korona. “Pasien belum dipastikan apakah positif atau negatif. Namun, statusnya memang sebagai pasien dalam pengawasan (suspect virus Korona),” kata Yusman.

Lebih lanjut, Yusman juga memastikan sudah mengirimkan sample ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. “Sample sudah kita kirimkan, kita menunggu hasilnya,” jelasnya.

Ia berjanji akan secepatnya menyampaikan hasil tes sample pasien kepada publik. “Pasti kita sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” pungkasnya.

Pria kelahiran 5 April 1970 akhirnya meninggal pada Selasa, 3 Februari 2020. Jenazahnya sudah dibawa keluarga ke Bekasi untuk dimakamkan. “Sudah dibawa pihak keluarga pulang ke Bekasi untuk langsung dimakamkan,” ucap Yusman Faisal.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif virus Korona atau tidak. “Pasien belum dipastikan apakah positif atau negatif,” sambungnya.(jpg)

Update