batampos.co.id – Hingga saat ini masih ada ratusan kamar di rumah susun sewa (Rusunawa) milik Pemko Batam yang kosong.
Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam, Teguh Eko Raharjo, menuturkan, khusus untuk rusunawa Pemko Batam ada di tiga wilayah di Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Kata dia, tiga rusun yang dibangun Pemko Batam diutamakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan masih tersedia ratusan unit hunian kamar.
”Ada tiga yang di Tanjunguncang yakni; rusun Pemko Tanjunguncang I, Tanjunguncang II, dan Tanjunguncang III masih banyak yang kosong,” jelasnya.
Menurutnya, di rusun Tanjunguncang I saat ini masih ada sekitar 200 hunian yang belum ditempati.
“Masih banyak yang kosong, silakan daftar kalau memang berminat. Itu disediakan untuk warga,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, untuk menempati rusun-rusun tersebut, persyaratannya cukup mudah. Calon penghuni yang notabene sudah berkeluarga, cukup membawa fotokopi KTP Batam (suami-istri), fotokopi KK, fotokopi surat nikah, materi 6.000 tiga lembar, dan map merah.
”Nanti ada formulir untuk diisi oleh RT, RW, lurah di tempat tinggal awal sebagai pengantar. Tak ribet kok karena memang rusun ini disediakan untuk masyarakat Batam,” jelasnya.
Untuk biaya sewa, lanjutnya, umumnya sama di semua rusunawa Pemko Batam. Untuk lantai I Rp 400 ribu, lantai II Rp 385 ribu, dan lantai III Rp 370 ribu dan, lantai VI Rp 356 ribu per bulan.
”Saat ini kami lagi gencar memperkenalkan rusunawa yang ada agar semuanya ditempati. Ini juga untuk mengantisipasi menjamurnya permukiman liar di Batam,” jelassya.
Rusunawa Pemko Batam semuanya dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Selain
air dan listrik, halaman parkir yang luas, taman hingga fasilitas umum.
Seperti layanan kesehatan, pendidikan dan pasar juga tersedia. Karena itu, Teguh
mengimbau agar warga Batam yang berpenghasilan rendah agar tak perlu ragu untuk menempati rusunawa Pemko Batam.(eja)
