Sabtu, 18 April 2026

Beri Perlawanan, Terjadi Adu Pukul di Pasar Induk Jodoh

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembongkaran dan pemagaran kios di area Pasar Induk Jodoh mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan. Penertiban tahap kedua ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membongkar kios di area belakang pasar induk tersebut.

Pantauan Batam Pos di lokasi, kemarin, Tim Terpadu mengerahkan alat berat. Para pedagang yang menempati pasar induk itupun melakukan perlawanan. Dari penolakan tersebut membuat situasi memanas hingga terjadi adu pukul dan pelemparan batu.

Sebuah poster berukuran besar, juga menarik perhatian warga yang melintas di depan Pasar Induk Jodoh, dimana pada poster berwarna putih tersebut terlihat tulisan “Contoh Nyata Kegagalan Wali Kota Batam, Kota Batam Penuh Intimidasi” yang dituliskan menggunakan cat warna merah.

“Seharusnya tidak ada orang masuk ke dalam lokasi ini (Pasar Induk Jodoh, red) karena dalam tahapan pembangunan. Tapi ternyata dalam rentang waktu ini sudah disulap menjadi tempat tinggal. Bahkan setelah didata hampir 200 orang menempati bangunan pasar induk, dan beberapa kios telah dibangun,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, pemagaran ini agar kawasan Pasar Induk Jodoh terbebas dari aktivitas. Gustian mengatakan, langkah pendekatan sudah dilakukan dengan memberikan surat pemberitahuan akan ada pemagaran, namun ditolak oleh sejumlah oknum warga setempat. “Memang dalam surat pemberitahuan dari Tim Terpadu sudah disampaikan akan ada pemagaran dan pengosongan lahan,” jelasnya.

Gustian menegaskan bahwa pembersihan hanya pada bangunan inti, tapi di bekas kios dijadikan tempat tinggal. “Jadi gak benar kalau kami ingin menertibkan warga di ruli belakang (Pasar Induk Jodoh, red). Kami hanya ingin melakukan pemagaran kembali, serta mengosongkan kios di dalam bangunan inti yang saat ini ditinggali,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan dua minggu lalu Satpol PP telah mendata siapa saja yang menghuni di dalam pasar induk itu. Dari data yang diperoleh, ternyata ditempati warga ruli di belakang pasar induk yang menjadi korban tanah longsor, beberapa waktu lalu. Mereka belum memiliki rumah.

Tapi ada juga kios diisi oleh beberapa pedagang yang diperjualbelikan oleh oknum dengan harga Rp 6 juta sampai Rp 7 juta sesuai ukuran.

“Namun karena ini aset Pemerintah Kota Batam dan akan dibangun untuk para pedagang, maka area pasar induk harus steril dengan memagar dengan beton. Tapi tetap memberikan akses sedikit ruas jalan yang nanti digunakan pedagang,” jelasnya.

Terkait warga yang menempati area pasar induk, pihaknya sudah berupaya mencari jalan keluar dengan membahasnya bersama warga, tapi ditolak.
“Ke depan pengawasannya akan diperketat dengan rutin melakukan patroli. Karena setelah dipagar ini, tidak boleh ada aktivitas lagi di dalamnnya,” tegasnya.

Gustian menyebutkan, total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan sebesar Rp 200 miliar. Ia menyebutkan, target pembangunan akan dilakukan tahun ini. Jika tidak, paling lambat Februari 2021 mendatang. “Kita berharap pasar ini cepat terealisasi, ini untuk masyarakt Batam juga,” katanya.(iza/cr1)

Update