batampos.co.id – Seorang warga Batam terduga terpapar virus corona dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di Batuaji. “Yang bersangkutan (pasien, red) adalah WNI dan pernah melakukan perjalanan ke Singapura,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjejep Yudiana, Rabu (11/3) sore.
Untuk memastikan warga ini terpapar virus corona atau tidak, Tim kesehatan pemerintah akan mengirim sampel swab pasien tersebut ke Jakarta untuk uji laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Hasilnya akan diketahui beberapa hari ke depan. “Untuk itu, kami isolasi dulu di RS,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tambahan satu pasien dalam pengawasan ini menambah daftar penanganan dugaan terpapar virus corona di Batam maupun Kepri. Totalnya menjadi 83 orang. Setelah diambil sampel dan diperiksa secara bertahap, sejauh ini sebanyak 79 sudah keluar dan dinyatakan negatif.
Yang kini ditunggu hasil sampelnya adalah satu orang pasien dalam pengawasan yang diisolasi di RSUD Embung Fatimah tersebut, serta tiga lainnya dalam pengawasan yang dikarantina. “Artinya, masih ada empat lagi yang kita tunggu hasil laboratoriumnya, termasuk satu yang baru ini,” kata dia.
Sementara itu, pasien dalam pengawasan yang dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, telah keluar dan termasuk dalam jumlah 79 yang telah dinyatakan negatif.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi memastikan, hingga saat ini Batam masih aman dari kasus virus corona. Hasil pemeriksaan sampel, baik yang dikarantina maupun diisolasi dinyatakan negatif corona. “Batam masih aman dan damai. Hasil lab suspect sudah keluar semua dan negatif,” tegasnya, kemarin.
Ia juga mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan rumah sakit khusus penyakit menular, termasuk untuk penanganan corona di Camp Vietnam, Galang. Pada prinsipnya, kata dia, Pemko Batam mendukung rencana tersebut. “Saya sampaikan, kita di daerah menerima rumah sakit itu. Kemen-PUPR yang bangun, kita daerah terima bersih. Tanggal 28 Maret diharapkan dapat beroperasi,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan rumah sakit khusus virus corona dan penyakit menular di Galang akan dikelola TNI. “Mengenai RS Corona ini, tetap lanjut. Kita terima jadi saja. Mengenai dokter, apakah dari Batam, kita masih belum tahu,” ka- tanya, kemarin, di Hotel Travelodge.
Ia menegaskan, Pemko Batam akan siap membantu pemerintah pusat terkait suplai tenaga medis. “Kalau info yang kami dapat, RS itu diopera sionalkan pihak militer (TNI),” sebutnya.
Selain itu, sejumlah lokasi keramaian turut andil melakukan langkah pencegahan. Seperti yang dilakukan Hotel Travelodge. Satu per satu tamu hotel diperiksa suhu tubuhnya. Pihak hotel juga menyiapkan pembersih tangan.
Tidak hanya itu, pusat pembelanjaan juga melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan di Mega Mall Batam Center.(leo/yui)
