Minggu, 5 April 2026

Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Kembali Ricuh

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembongkaran dan pemagaran kios di area Pasar Induk Jodoh, kembali ricuh, Rabu (11/3) sore. Alat berat yang mengangkut beton untuk pemagaran dibakar warga yang mengklaim sudahlama menempati aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam itu. Tepatnya di depan pintu masuk pasar.

Pada aksi kali ini, polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai provokator dan pembakar alat berat. Sehari sebelumnya, juga terjadi adu pukul antara warga/pedagang dengan petugas Tim Terpadu Kota Batam dari Satpol PP dan Ditpam BP Batam. Dalam penertiban lanjutan tersebut, beberapa orang mengalami luka baik dari warga maupun petugas Tim Terpadu.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan pemasangan pagar tersebut merupakan lanjutan kegiatan penertiban sebelumnya. Alat berat dikerahkan untuk bongkar muat beton untuk pagar. “Kita tetap lanjutkan dari pagi untuk bongkar muat dan pemasangan pagar,” jelasnya.

Ia membenarkan, ada dua warga yang diamankan. Warga tersebut tertangkap tangan saat menyiramkan bensin dan melakukan pembakaran ke arah alat berat. “Alat berat dibakar dan kami cepat memadamkan pakai debu,” ujarnya.

Imam mengimbau masyarakat yang mengklaim memiliki lapak dan sudah lama beraktivitas di pasar induk itu tidak menolak pembangunan pasar tersebut. Selain itu, ia meminta warga tidak terprovokasi dengan oknum yang memanfaatkan keributan ini.

“Marilah kita sama-sama membangun Batam ini. Saya prihatin, karena ada yang dimanfaatkan. Kenapa ada warga yang mau dan ada yang tidak. Ingat, pasar itu aset pemerintah kota,” tegas Imam.

Harnita, salah seorang warga yang melakukan protes membantah ada dari pihak mereka membakar alat berat. “Tidak ada yang dibakar, tadi api itu dihidupkan untuk menghalangi mereka (petugas) masang pagarnya,” ungkapnya.

Seluruh Area Dipagar Beton

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan pemagaran Pasar Induk Jodoh merupakan langkah untuk mencegah kembalinya pedagang yang berjualan. “Iya, kita masih lakukan pemagaran di hari kedua pasca penertiban. Langkah ini untuk menjaga aset pemerintah,” katanya, Selasa (11/3).

Dia menuturkan, pemagaran dan pengosongan lahan area Pasar Induk Jodoh ini untuk mensterilkan lokasi. Artinya, seluruh area pasar akan ditutup semua, walau diketahui terdapat beberapa pedagang yang masih berjualan di area pasar yang belum terpagar beton.

“Supaya ini lebih steril, makanya kita pagari. Nantinya pedagang akan direlokasi ke pasar yang baru. Jadi, ini pemagaran dan pengosongan lahan secara keseluruhan,” tegasnya.(opi/cr1)

Update