Senin, 6 April 2026

Pengumuman, Penggiliran Air Bersih Ditunda

Berita Terkait

batampos.co.id – ATB menerima instruksi baru dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, untuk tidak melakukan penggiliran air bersih pada Minggu (15/3/2020) sebagaimana telah disepakati sebelumnya

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus. mengatakan, instruksi tersebut dikirimkan secara resmi melalui surat pada Jumat (13/3/2020).

Dalam surat tersebut lanjutnya, penggiliran baru akan dilakukan ketika level air di waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,4 meter di bawah bangunan pelimpah.

“Elevasi air di waduk per tanggal 13 Maret telah mencapai minus 3,2 meter di bawah bangunan pelimpah,” jelasnya.

Saat ini, air di waduk tersebut terus mengalami penurunan sekitar 2 sentimer setiap harinya.

Menurut asumsi tersebut, bilamana tidak turun hujan, maka masih ada waktu hingga 14 hari kedepan sebelum penggiliran dilakukan.

Instruksi ini tentunya merupakan angin segar sejenak bagi warga Kota Batam.

Terutama pelaku usaha dan industri yang sempat merasa terancam akibat potensi krisis air yang mengintai Batam.

ATB kata dia, menyambut gembira keputusan ini.

“Hal ini dikarenakan sebagai operator, ATB juga harus mempersiapkan berbagai hal terkait proses penggiliran IPA Duriangkang yang cukup menyulitkan,” jelasnya.

“Program penggiliran ini kesulitannya cukup tinggi juga, kami harus mempersiapkan berbagai hal tentunya, agar dampak penggiliran dapat seminimal mungkin,” kata Maria lagi.

ATB mengimbau masyarakat kota Batam berdoa selama kurun waktu tersebut.

Pengumuman di media sosial ATB

Agar hujan bisa turun dengan intensitas yang memadai agar elevasi -3,4 meter di bawah bangunan pelimpah tidak tercapai.

“ATB dan tentunya pelanggan mengucapkan terimakasih atas penundaan ini,” ujarnya.

Namun kata dia, seluruh pihak harus tetap waspada karena ancaman krisis air belum berlalu.

“Mari kita selalu berdoa agar hujan bisa turun memenuhi waduk, dihindarkan dari potensi krisis air, sehingga penggiliran ini tidak kita rasakan,” harap Maria.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, keputusan penundaan rationing diambil agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berlangsung kondusif.

Serta lebih siap untuk menghadapi rationing bila terpaksa dilakukan.

Kata dia, selama proses penundaan, BP Batam akan melakukan beberapa upaya untuk menambah ketersediaan air baku.

Di antaranya dengan pemasangan pipa penghubung dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang.

Serta persiapan rekayasa hujan buatan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hal ini juga dilakukan mengingat saat ini elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Dam Duriangkang hampir mencapai level minus 3,19 meter.

Sementara titik kritis berada pada elevasi TMA minus 3,4 meter di bawah spillway, dimana jika hujan tak kunjung turun akan terjadi penurunan dua sentimeter per hari.

Minimnya curah hujan di Batam, mengakibatkan menyusutnya waduk-waduk yang merupakan tulang punggung ketersediaan air bersih di Pulau Batam.

Hal ini menyebabkan harus dilakukannya pengaturan khusus untuk penyaluran air bersih kepada pelanggan.

BP Batam mengimbau kepada masyarakat dan dunia usaha agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih sehari-hari.(*/esa)

Update