batampos.co.id – Juru Bicara Pemerintah untuk virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan, virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini sudah menyebar di delapan provinsi.
“Sekarang penyebarannya sudah melebar ke Jakarta, Jawa Barat, Tangerang (Banten), Jawa Tengah di Solo, Jogjakarta, Bali, Manado (Sulawesi Utara), dan Pontianak (Kalimantan Barat),” ujar Yuri.
Yuri mengatakan, saat ini pemerintah masih terus melacak orang-orang yang diduga terpapar virus corona dengan metode sederhana. “Awalnya informasi tracking, dengan dua pertanyaaan sederhana. Penularan dari siapa dan menularkan siapa,” katanya.
Menurut Yuri, jika tidak diketahui siapa yang menularkan, maka akan dicari apakah orang tersebut pernah keluar negeri atau ke tempat negara yang positif corona. “Nah, ini akan kita kejar sehingga orang yang tertular bisa diamankan,” ungkapnya.
Terkait kabar adanya sejumlah petugas medis yang meninggal karena terinveksi dari pasien yang mereka tangani, Yuri membenarkan. “Iya, ada,” kata Yuri.
Namun, ia enggan meyebutkan jumlah tenaga medis yang terinfeksi virus corona. Ia hanya memastikan ada tenaga medis meninggal dunia dalam kasus corona. Yuri menyebut petugas medis itu meninggal, Jumat (13/3) lalu. Namun, Yuri enggan mengungkap petugas medis yang meninggal itu masuk nomor ke berapa.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengungkapkan adanya petugas medis di Jakarta yang tertular virus corona. Hal ini disampaikan Anis saat mengumumkan penutupan semua sekolah di Jakarta selama dua pekan.
“Iya, dokter dan perawat sudah bekerja nonstop. Sebagian dari mereka sudah ada yang tertular. Semoga mereka tetap sehat dan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ungkap Anies.
Meski begitu, Anies memilih tidak menjelaskan lebih lanjut jumlah dan kondisi petugas medis yang disebutnya sudah terpapar virus corona. Ia hanya meminta masyarakat mendoakan agar sembuh.m“Saya meminta masyarakat untuk tetap tenang, bersabar, dan menjaga situasi tetap kondusif selama petugas medis melakukan tugasnya,” ujarnya.(jpg)
