batampos.co.id – Pemko Batam akan memberikan sagu hati kepada masyarakat Kota Batam yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan dikarantina di Asrama Haji.
Hal ini disebabkan PDP tidak bisa bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.
“Perlu saya jelasin, sementara yang dikarantina di Asrama Haji, ini kita biayai. Kalau di rumah (orang dalam pemantauan atau ODP), saya pikirkan dulu,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kamis (19/3/2020).
“Jadi kalau dalam penyisiran, ketemu yang panas tinggi, maka jika dibawa, ikhlaskan diri saja ya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dokter dan tenaga medis lain juga akan menginap Asrama Haji.
Wali Kota mengatakan, saat tim melakukan pennyisiran dan melihat ada kegiatan yang mengumpulkan lebih dari 10 orang akan dibubarkan.
“Termasuk di hotel dan lainnya yang menghendaki kegiatan hingga lebih 10 orang ditunda dulu,” tegasnya.
Tapi lanjutnya untuk kegiatan ibadah seperti di masjid dan gereja, Rudi menyatakan akan berkoodinasi dengan forum-forum keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lainnya.
“Saya koordinasi dulu ke MUI agar bisa duduk bersama. Kita tunggu saja, nanti akan ada penjelasan,” ujarnya.(iza.leo)
