batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan penderita corona di Batam, seorang perempuan. Ia masih dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Batuaji. Wanita berusia 51 tahun itu memiliki riwayat perjalanan keluar daerah, yakni Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta. Karena itu akan dilakukan penyisiran tempat dan orang-orang berinterkasi dengan pasien.
Didi mengatakan, ada lima titik yang menjadi sasaran penyisiran terkait pasien positif yang saat ini berada di RSUD Embung Fatimah. Pertama, pesawat yang pasien tumpangi. Khususnya dua kursi depan dan di belakangnya yang wajib menjalani pemeriksaan. Kalau tidak salah ada 30 orang, dan itu yang paling banyak kontak dengan pasien.
Kedua, rumah pasien. Ada tiga anggota keluarga lainnya harus menjalani pemeriksaan yaitu suami dan dua anaknya. Ketiga, mobil yang pasien tumpangi dari bandara menuju rumah. Keempat, puskesmas yang dituju untuk memeriksakan diri. Kelima, rumah sakit swasta Graha Hermine yang sempat mendiagnosa pasien terkena DBD.
“Jadi ada lima titik ini yang akan ditelusuri. Sembilan orang di lima titik itu memiliki risiko tinggi tertular. Tim sudah petakan dan besok (hari ini, red) mulai turun,” ujarnya.
Dari lima titik itu, Didi memperkirakan ada 60 orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif ini. Jumlah ini bisa bertambah, tergantung pergerakan si pasien selama di Batam. Ia melanjutkan, tenaga medis yang close contact (orang yang kontak langsung, red) dengan pasien, akan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.
“Karena mereka tenaga medis, pasti mereka sangat paham akan kondisi diri mereka,” kata Didi.
Karena jumlahnya cukup banyak, bisa jadi sebagian yang pernah berinteraksi dengan pasien ini akan dikarantina di Asrama Haji. Ia berharap penyisiran ini cepat selesai dan hasilnya segera diketahui. “Pokoknya semua yang kontak langsung akan diperiksa,” sebutnya.
Mengenai alat pelindung diri, Didi menyebutkan, ada 50 unit bantuan dari Singapura dan sudah diberikan kepada petugas RSUD Embung Fatimah. Saat ini pihaknya juga masih menunggu bantuan dari pihak lain.
Ditemukannya pasien positif terpapar virus corona ini diharapkan masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi kegiatan di luar dan menghindari keramaian. Imbauan ini merupakan upaya dalam menekan penyebaran Covid-19 di Batam.
“Social Distancing itu perlu untuk saat ini. Jangan panik karena kasus ini. Tetap proteksi diri dan lindungi keluarga agar tetap sehat,” ujarnya.(leo/yui)
