batampos.co.id – Pemko Batam belum mengambil keputusan untuk memperpanjang masa libur siswa TK, SD, SMP/sederajat menyusul Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status masa tanggap keadaan darurat akibat virus corona (Covid-19) diperpanjang sampai 29 Mei 2020.
Perpanjangan masa tanggap darurat ini lantaran skala penyebaran virus tersebut sudah meluas.
Saat ini penyebaran virus corona sudah dikategorikan sebagai bencana skala nasional. Namun di satu sisi pemerintah pusat ataupun daerah belum menetapkan status darurat.
Sementara untuk di Batam, sejauh ini pasien positif corona di Kota Batam menjadi dua orang sejak Jumat (20/3/2020) lalu.
Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, ia juga sudah mendengar perpanjangan status masa tanggap keadaan darurat akibat virus corona.
Pemerintah Kota Batam belum membuat kebijakan perpanjangan libur sekolah. Namun, kebijakan yang telah dibuat saat ini tidak berbeda dari menindak lanjuti masa tanggap keadaan darurat virus corona.
”Edaran Walikota sampai dua minggu depan. Kalau nanti diperlukan kami akan tambah. Kalau tidak diperlukan (hanya sampai 28 Maret),” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, saat ini Pemko masih melakukan penyisiran dalam upaya menemukan suspect virus corona.
Yang diharapkan, minggu depan semua warga Batam sudah dilakukan pemeriksaan.
Dari pemeriksaan hasil tersebut, Pemko Batam akan melakukan evaluasi terkait sudah sejauh mana tingkat kegawatdaruratan di Kota Batam.
Jika nantinya didapat kesimpulan bahwa Kota Batam masih dalam kategori biasa, maka pihaknya akan membuat kebijakan untuk mensekolahkan kembali siswa TK hingga tingkat SMP.
Akan tetapi, jika dari perolehan data yang menunjukkan jumlah suspect yang cukup signifikan maka Pemko akan meliburkan siswa.
”Kita harus siap, jadi tindakan yang kami ambil ke depan bergantung pada situasi nan-
ti setelah dilakukan observasi atau pemantauan di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengharapkan tim penyisiran dapat menyelesaikan semuanya dalam waktu 14 hari ke depan.
Jika banyak yang sehat, maka kondisi Kota Batam dapat dikatakan bersih. Namun, jika masih ada yang sakit tentunya akan mengganggu yang lainnya karena penularan virus corona.
”Maka tolong bantu kami, jika dalam penyisiran nanti ada yang terlewat, atau sengaja melewatkan. Tolong kasih tahu, kami ambil, itu demi kesehatan kita,” jelasnya.
“Biaya semua ditanggung negara. Sampai yang besok diambil yang demam ini, itu ditanggung oleh Pemko,” tuturnya.
Adapun yang ditanggung oleh Pemko merupakan masyarakat yang mengalami gejala virus corona seperti demam, batuk, dan sebagainya.(gie)
