batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam turun 39,23 persen pada Februari 2020.
Penurunan terjadi akibat penyebaran wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. BPS menyatakan, kunjungan wisman dari sejumlah negara menurun, seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, serta Korea Selatan.
Kepala BPS Kota Batam, Rahayuddin mencatat, sepanjang Februari 2020, jumlah wisman yang berkunjung ke Kota Batam sebanyak 95.256 orang.
Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 61.496 orang bila dibandingkan dengan
wisman di Januari 2020 sebanyak 156.752.
Jika dibandingkan dengan Februari 2019, kunjungan wisman Februari 2020 mengalami penurunan, sebesar 40,18 persen.
Penurunan jumlah kunjungan wisman Februari 2020 disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisman dari enam pintu masuk di Kota Batam.

Yaitu, Pelabuhan Ferry Batam Center, Bandar Udara Hang Nadim, Pelabuhan Ferry International Sekupang, Pelabuhan Ferry Nongsa Pura, Pelabuhan Ferry Harbour Bay dan Pelabuhan Ferry Waterfront Sekupang.
”Dampak corona sudah mulai terlihat terhadap pariwisata Batam di bulan Februari ini,” ujar Rahayuddin, Kamis (2/4/2020).
Untuk wisatawan berkebangsaan Singapura, jumlahnya anjlok dari 79.859 orang di bulan Januari 2020 menjadi 48.190 di bulan Februari atau turun 39,66 persen.
Begitu juga wisman asal Malaysia dari 18.073 di Januari menjadi 11.999 di Februari. Sedangkan wisman dari Cina, dari 6.624 orang menjadi 287 orang.
Begitu juga dari India dari 8.065 menjadi 2.439 orang.
”Penurunan terbesar dari Singapura, Cina dan India. Angkanya cukup signifikan,”
tuturnya.
Sementara itu, untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang, juga turun signifikan.
Dimana sepanjang bulan Februari 2020 ini, tingkat penggunaan kamar hotel mencapai 35,58 persen atau turun 10,91 poin dibanding TPK Januari 2020 yakni sebesar 46,49 persen.
TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau lebih rendah 13,64 poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK Nasi-
onal sebesar 49,22 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Kepri selama bulan Februari 2020 adalah 2,08 hari, atau naik 0,04 poin dibanding dengan rata-
rata lama menginap tamu pada Januari 2020.
Pada bulan Februari 2020, rata-rata lama menginap tamu Indonesia mencapai 1,87 hari atau lebih rendah 0,63 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,50 hari.(rng)
