Kamis, 30 April 2026

Kemenag Tunggu Kepastian Haji 2020 Ditunda atau Tidak

Berita Terkait

batampos.co.id – Penyelenggaraan haji 2020 menjadi salah satu topik pembahasan rapat Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bersama Komisi VIII DPR, Rabu (8/4). Dalam kesempatan itu, Fachrul mengatakan mereka menunggu kepastian penyelenggaraan haji paling lama pertengahan Mei nanti.

Dalam rapat itu sejumlah anggota DPR meminta Kemenag untuk memastikan apakah haji tahun ini tetap diselenggarakan atau tidak. Caranya dengan meminta informasi secara langsung kepada pemerintah Arab Saudi.

Anggota Komisi VIII DPR dari Partai Gerinda, Abdul Wachid mengatakan, saat ini calon jemaah haji bimbang dan resah. Menunggu kepastian apakah haji tahun ini tetap diselenggarakan atau tidak. Di tengah wabah Covid-19 yang masih merebak, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

’’Ada prediksi Covid-19 sampai Juli. Bahkan sampai Desember,’’ katanya.

Kalaupun nanti di saat musim haji wabah Covid-19 di Arab Saudi sudah selesai, belum tentu di Indonesia juga sudah reda. Untuk itu dia memohon adanya kepastian secepatnya dari pemerintah untuk menjawab keresahan masyarakat.

Komentar serupa disampaikan Hidayat Nur Wahid dari PKS. Pria yang akrab disapa HNW itu menuturkan, masyarakat berharap ada kepastian segera tentang pelaksanaan haji. Untuk itu, dia berharap Kemenag melakukan upaya maksimal untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi.

’’Kami sependapat segera ada kepastian. Ancang-ancang saya, selama itu sampai pertengahan Mei, masih ada persiapan,’’ kata Fachrul Razi.

Artinya paling lama keputusan haji tahun ini ditunda atau tidak, ditunggu sampai pertengahan Mei. Jika keputusan haji tetap dilaksanakan keluar sebelum pertengahan Mei, Kemenag masih memiliki waktu yang leluasa untuk menyiapkan seluruh pelayanan haji.

Sebaliknya jika kebijakan haji 2020 dikeluarkan setelah Mei, persiapan Kemenag cukup mepet. Namun dia mengatakan ada tanda-tanda positif dari Arab Saudi. Di antaranya adalah mulai dibuka Kembali kegiatan tawaf di Masjidilharam. Meskipun dalam jumlah terbatas. ’’Jadi pokoknya ditunggu sampai pertengahan Mei,’’ tuturnya.

Dalam kesempatan itu Menag juga menyampaikan tiga skenario penyelenggaraan haji di tengah wabah Covid-19. Di antaranya adalah penyelenggaraan haji dijalankan secara normal dan dengan jumlah kuota tetap sebanyak 221 ribu jemaah.

Pada kondisi ini Kemenag tetap menyiapkan fasilitas pendukung protokol pencegahan Covid-19 di setiap asrama haji. Seperti fasilitas sanitasi, cuci tangan, dan sejenisnya di asrama haji. (jpg/wan)

Update