Jumat, 3 April 2026

Pembatasan Rekam E-KTP Diperpanjang hingga Wabah Corona Berakhir

Berita Terkait

batampos.co.id – Belum kunjung selesainya penanganan wabah Covid-19 membuat sejumlah pelayanan publik tidak bisa berlangsung normal. Salah satunya adalah pelayanan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk). Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah mengatakan, surat edaan terkait pembatasan layanan Adminduk pada 16 Maret 2020 lalu diperpanjang masa berlakunya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kita berlakukan sampai pandemi corona berakhir,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (8/4).

Sebelumnya, Dukcapil hanya memberlakukan pembatasan pelayanan adminduk hingga awal April 2020. Zudan beralasan, kondisi saat ini belum cukup ideal untuk membuka layanan penuh. Terlebih, penyebaran wabah belum menunjukkan penurunan.

Lantas, apakah pembatasan makin diperketat? Zudan menyebut pihaknya masih menggunakan standar yang sama dengan sebelumnya.
Di mana layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) ditiadakan kecuali untuk alasan mendesak seperti kesehatan maupun kedinasan. Sebab, proses perekaman mengakibatkan banyak kontak fisik antara petugas dan masyarakat.

Sementara untuk layanan kependudukan lainnya seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, pihaknya tetap menyarankan pengurusannya lewat online. Dengan demikian, kantorkantor dukcapil tidak menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. “Jadi esensi
kebijakannya masih sama,” imbuhnya.

Kebijakan pembatasan akses perekaman sendiri bukan tanpa implikasi. Sebab, hal itu membuat target percepatan perekaman E-KTP tertunda. Zudan memastikan akan menggenjot jemput bola pasca wabah corona selesai.

Berdasarkan data Dukpacil, hingga 31 desember 2019, angka perekaman E-KTP baru mencapai 98,79 persen dari jumlah wajib E-KTP 193.365.749. Pejabat kelahiran Jogja itu menambahkan, pihaknya Rabu (8/4) melakukan rapat jarak jauh dengan 300 jajaran dukcapil. Sementara sisanya akan akan dilakukan rapat jarak jauh, Kamis (9/4).

Dalam rapat tersebut, prinsipnya dia hanya ingin memastikan pelayanan tetap berjalan meski terbatas. (far/jpg)

Update