Jumat, 1 Mei 2026

Reaksi Cepat Tim KKP Batam Terhadap Kru Kapal Kelud

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 94 kru Kapal Kelud milik PT Pelni Persero rute Jakarta-Batam-Belawan menjalani pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) di Pelabuhan Pelni di Batuampar, Minggu (12/4/2020).

Pemeriksaan dilakukan setelah satu kru kapal mengeluh sakit yang ciri-cirinya sama dengan penderita Covid-19. Hasilnya, 40 reaktif, 54 nonreaktif.

“Satu orang kategori PDP RDT reaktif langsung dirujuk ke RSBP Batam. Sementara, 39 Orang Tanpa Gejala (OTG) tapi RDT-nya reaktif dibawa ke RS Khusus Covid-19 Galang untuk diobservasi,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Achmad Farchanny, Minggu (12/4/2020).

Achmad menjelaskan, saat berlabuh di Jakarta, hanya ada satu kru yang turun ke darat untuk berbelanja kebutuhan, kemudian kembali ke kapal.

Di perjalanan, kru tersebutlah yang mengeluh dengan gejala penderita Covid-19, sehingga dilakukan uji RDT setelah tiba di Batuampar. Hasilnya reaktif.

“Iya, saat pemeriksaan ada 1 ABK yang terindikasi. Maka, ABK lain kami tracking juga
dengan menggunakan rapid test. Hasilnya 39 orang yang tak menunjukkan gejala ter-
nyata reaktif, 54 nonreaktif,” sebut dia.

Mereka yang nonreaktif diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Belawan, Medan. Namun, kewenangan keberangkatan kapal tergantung dari putusan pihak syahbandar, Pelni, dan pihak terkait lainnya.

Ilustrasi para penumpang penumpang Kapal Pelni KM Kelud saat hendak naik ke atas kapal. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia pun merekomendasikan 54 kru nonreaktif hasil rapid test-nya tetap dicek lagi setelah tiba di Medan.

Bagaimana dengan penumpang? Penumpang yang turun di Batam, setelah diperiksa
tidak ada yang menunjukkan gejala.

Data kata dia, telah diserahkan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk
ditindaklanjuti.

“Untuk kepentingan pemantauan lebih lanjut, karena mereka harus melakukan karantina mandiri,” terangnya.

Ia menyebutkan, pihaknya sengaja menunda keberangkatan kapal guna keperluan pemeriksaan dan melaporkan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan
(KSOP).

“Kami laporkan untuk tunda berangkat sampai pemeriksaan kami selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih beruntung dilakukan pemeriksaan di Batam. Apabila tidak ada pemeriksaan, maka 40 orang tersebut bisa menularkan virus tersebut ke banyak orang hingga ke Belawan.

“Reaksi cepat tim memeriksa. Kalau sempat lepas, mungkin bisa menyebar kemana-mana,” ucapnya.

Ia menambahkan, kru yang terjangkit ini bukan orang yang bersentuhan langsung
dengan penumpang. Bagi yang nonreaktif, mereka akan menjalani karantina rumah.

“Mereka akan melaporkan kondisi mereka ke petugas yang bertanggung jawab,”
ujarnya.

Achmad mengaku, temuan ini bukti masyarakat harus membatasi dan menahan
diri untuk bepergian. Karena ada orang-orang yang membawa virus , tapi tidak menunjukkan gejala.

“Mereka yang terjangkit tidak sadar sudah berkontak dengan yang membawa virus. Makanya saya harap masyarakat menjaga diri sendiri dengan tidak keluar rumah kalau tidak terdesak,” ucapnya.

Ia mengimbau ke masyarakat agar menahan diri saat ini.

“Mari di rumah saja, demi memutus mata rantai penularan virus ini,” ujar Achmad.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan, 40 kru kapal
Kelud yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test (RDT) dan satu kru yang
mengalami sakit dirawat di RSBP Batam.

“Dia masuk kategori PDP reaktif. Masih menunggu hasil swab-nya untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Batuampar, hingga sore, ratusan penumpang dari Batam yang akan berangkat ke Medan menggunakan KM Kelud masih tertahan, menunggu pemeriksaan kru selesai.

Selain itu, Kepala Pelni Cabang Batam, Kapten Agus yang dihubungi Minggu (12/4/2020) juga tidak menjawab panggilan telepon Batam Pos.(iza/iwa/ska/yui)

Update