Jumat, 1 Mei 2026

24 Orang Penderita HIV/AIDS di Anambas Meninggal

Berita Terkait

batampos.co.id – Kasus kematian akibat HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Anambas( KKA) mencapai 24 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) KKA, Baban Subhan, Senin (13/4/2020), mengatakan jumlah itu adalah kumulatif dari tahun 2013-2020.

Sejumlah 24 orang meninggal tersebut, masing-masing laki-laki 11 orang dan perempuan 13 orang. Sementara diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan PPKb, Kabupaten Kepulaun Anambas, jumlah kumulatif kasus HIV ditemukan sebanyak 60 kasus yang tercatat dalam laporan Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) pada tahun 2013-Maret 2020.

“Namun pada tahun 2019, diketahui sebanyak 11 kasus HIV positif ditemukan dan sampai saat ini tahun 2020 belum ditemukan kasus HIV positif,” terangnya.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Baban Subhan, saat diwawancarai ( Foto : Faidillah/batampos.co.id)

Lebih lanjut Baban Subhan mengatakan, dari 60 kasus HIV/AIDS tersebut ada yang sedang dalam perawatan. “Sampai saat ini 6 Orang Dengan HIV (ODHA) masih dalam perawatan dengan obat-ARV,” kata Baban Subhan.

Saat ditanya jumlah layanan klinik Voluntary Counselling And Testing (VCT) atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Baban Subhan mengatakan sampai saat ini baru memilki satu layanan VCT yang berada di Tarempa.

“Kita sudah merencanakan awal bulan April untuk melatih tenaga tim klinik VCT di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, agar tim Klinik VCT nantinya berkompeten dalam bertugas, karena mewabahnya covid ini, jadi ditunda dulu” ata Baban Subhan.

Peningkatan cakupan tes HIV di layanan Klinik VCT di Tarempa juga dilakukan dengan menawarkan tes HIV atas inisiatif petugas kesehatan (TIPK) kepada ibu hamil, pasien TB dan Hepatitis B atau C, pasien IMS dan pasangan ODHA.

Harapannya, kedepan tetap dilakukan edukasi dan sosialiasi kepada seluruh masyarakat pentingnya pengetahuan HIV dan pencegahan dari penularan HIV dan melakukan tes deteksi dini agar cepat mendapatkan perawatan obat ARV.

“Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak ada bedanya dengan kita mereka juga punya hak dengan kesempatan yang sama dengan orang yang menderita penyakit serius lainya,” tuturnya. (fai)

Update