Jumat, 24 April 2026

Anggaran Dialihkan untuk Penangganan Covid-19, Ini Proyek yang Ditunda di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembangunan instalasi pengelolaan air bersih di hinterland (pesisir, red) turut terdampak akibat pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilakukan Kementerian Keuangan.

”Ada dua proyek yang ditunda pengerjaannya tahun ini, karena anggaran dialihkan
untuk penanganan Covid-19,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar, Minggu (12/4/2020).

Ia menyebutkan dua proyek yang ditunda yaitu:

  1. Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pulau Ngenang.
  2. Penyediaan sanitasi di Kecamatan Bulang.

Ia menjelaskan, rencananya pengerjaan dua proyek tersebut dilakukan tahun ini, Namun karena ada kebijakan baru, prosesnya tidak bisa dilanjutkan.

Namun lanjutnya, beberapa proyek yang sudah masuk tahap lelang tetap dilanjutkan. Karena prosesnya sudah selesai sebelum kebijakan dikeluarkan.

Proyek prioritas tersebut yakni:

  1. Pembangunan SPAM di Pulau Tomoyong
  2. Pembangunan SPAM di Pulau Air Gara beserta konsultanpengawasnya

”Total nilai proyek mencapai Rp 16 miliar tahun ini dari DAK,” sebutnya.

Ilustrasi. Warga Belakangpadang sedang mengantre air bersih beberapa waktu lalu. Saat ini masyarakat di wilayah tersebut kesulitan air bersih karena curah hujan di area itu rendah. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Ia menyebutkan kontrak sudah mulai 24 Maret lalu. Pengerjaan akan berlangsung selama tujuh bulan, dan November ditargetkan selesai.

Pembangunan SPAM ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan air bersih.
Menurut Suhar, pemenuhan kebutuhan akan air bersih di pulau belum 100 persen.

Karena itu, pihaknya selalu mengusulkan pembangunan fisik yang bisa membantu
pemenuhan air bersih di hinterland.

Selain DAK, beberapa proyek untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat pulau, juga tetap dilanjutkan dari APBD Kota Batam.

Meskipun keadaan saat ini cukup sulit, beberapa proyek yang prioritas diupayakan tetap berjalan.

Paket pembangunan SPAM Tanjung Banun, dan paket optimalisasi WTP Pulau Terong, optimalisasi WTP Pulau Buluh, serta optimalisasi SWRO Belakang Padang tetap dikerjakan tahun ini.

”Karena prioritas jadi harus segera dilaksanakan. Sum-
bernya APBD semua,” sebutnya.

Ia berharap, nantinya semua masyarakat pulau bisa mendapatkan layanan air bersih yang sama dengan warga mainland.

Untuk itu, penambahan sarana air bersih selalu menjadi hal yang diusulkan setiap tahunnya.

”Kalau secara nasional, Batam sudah 90 persen lebih pemenuhan air bersihnya.
Tinggal yang warga pesisir lagi harus dituntaskan,” tutupnya.(yui)

Update