Minggu, 3 Mei 2026

Reagen Habis, Ini yang Dilakukan Petugas BTKLPP Kelas I Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemeriksaan sampel swab dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) menemukan kendala, akibat terbatasnya pasokan reagen yang dimiliki Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Dari informasi didapat Batam Pos, pemeriksaan PCR sempat tidak terlaksana selama dua hari karena tidak ada reagen yang tersedia.

Namun, Senin (20/4/2020) kemarin ada pasokan 50 reagen.

“Semuanya akan habis digunakan hari ini (kemarin,red), untuk pengujian sampel yang sudah kami unboxing dan ekstraksi dari Sabtu (18/4/2020) lalu,” kata Kepala BTKLPP  Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, Senin (20/4/2020).

Setelah seluruh reagen habis digunakan pengujian pada Senin (20/4/2020), BTKLPP mengaku tidak memiliki persedian reagen lagi.

Untuk pemeriksaan selanjutnya, menunggu pasokan reagen yang akan datang.

“Informasinya begitu reagen (hari ini, red) habis, akan datang lagi. Rasanya dalam
minggu ini,” ujarnya.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Walaupun reagen tidak akan datang dalam waktu cepat, Slamet mengaku proses pemeriksaan swab tetap dilakukan.

Proses yang dilakukan mulai dari pembukaan sampel hingga melakukan ekstraksi RNA.

“Jadi begitu pasokan reagen datang, bisa langsung dilakukan pengujian PCR. Kami tetap bekerja semaksimal mungkin agar hasil pengujian Covid-19 bisa keluar secepatnya,” ucapnya.

Walaupun begitu, Slamet berharap pasokan reagen ini bisa cukup untuk memenuhi
pengujian sampel terduga Covid-19.

Namun, ia menyadari, untuk mendapatkan reagen tersebut tidak mudah saat ini. Sebab seluruh negara berusaha mendapatkan reagen tersebut, agar bisa melakukan pengujian Covid-19.

Reagen kami pesan dari dari Jakarta,” sebutnya.

Untuk membawa reagen tersebut, kata Slamet, juga harus ekstra hati-hati. Reagen
dimasukkan ke dalam boks khusus dan suhu yang di dalam boks juga harus sesuai  dengan prosedur yang ada.

“Jadi tidak sembarangan saja. Semoga saja kebutuhan reagen di Kepri terpenuhi dan tak
putus lagi,” harapnya.(ska)

Update