batampos.co.id – Pemko Batam mencoret 52 ribu masyarakat Kota Batam yang tidak mampu dari daftar penerima bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) ditengah pandemi Covid-19.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setelah meminta data dari Dinas Sosial (Dinsos) ada 52 ribu warga tidak mampu yang sudah diberi bantuan oleh pemerintah pusat dan dikeluarkan dari data penerima sembako yang diberikan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, hal itu bertujuan untuk menghindari tumpang tindih pemberian sembako. Karena lanjutnya, ada ketentuan masyarakat yang mendapatkan bantuan dari pusat tidak boleh menerima bantuan yang dibagikan daerah.
”Kami masih melibatkan perangkat RT/RW untuk pendataan warga penerima ini. Sebab, mereka yang paling paham warganya. Misalnya, pekerja yang dirumahkan atau PHK (pemutusan hubungan kerja) karena Covid-19 ini,” terangnya, Jumat (25/4/2020).
Wakil Wali Kota mengatakan, teknis pembagian masih menggunakan cara yang sama. Yaitu petugas mendatangi rumah warga.
Hal ini untuk mengurangi kerumunan ketika pendistribusian paket sembako ini berlangsung.
Pemberian bantuan ini akan diberikan selama enam bulan ke depan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan BP Batam terkait penyaluran bantuan ini.

Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020). Saat ini Camat sedang mendata ulang daftar penerima bantuan sembako tahap dua. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Nantinya, masyarakat akan menerima 10 kilogram (kg) beras, tiga liter minyak goreng, dan satu dus mi instan.
Amsakar menyebutkan, untuk pagu anggaran, disiapkan hingga 300 ribu paket sembako.
Angka ini memang lebih dari total bantuan 260 ribu paket.
”Hal ini untuk antisipasi kekurangan ketika proses pembagian nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, paket tahap dua sembako akan dimulai 9 Mei mendatang.
Untuk BP Batam, anggaran untuk bantuan ini sudah disetujui. Pemko Batam juga sudah siap untuk pengadaan sembako.
”Anggaran Rp 268 miliar ini sudah termasuk sembako ini. Mudah-mudahan bisa merngankan mereka yang terdampak Covid-19 ini,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Sekupang, Muhammad Arman, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi ulang untuk penerima bantuan tahap dua mendatang.
Saat pendistribusian sembako tahap satu lalu, banyak warga yang menolak bantuan, karena mereka merasa mampu.
Sebab itu, pihaknya akan mengeluarkan nama tersebut dari daftar penerima bantuan.
”Karena mereka tidak mau terima. Kami sangat mengapresiasi warga yang tidak menerima karena memang mampu, sehingga paket sembako dialihkan untuk warga yang
kurang mampu lainnya,” ujarnya.
Selain itu, petugas kembali menyisir data penerima, untuk mengeluarkan warga yang menerima bantuan pusat atau dari Kementerian Sosial.
”Saat tahap pertama, sudah kami keluarkan, namun takut ada yang tercecer jadi kami verifikasi lagi. Jangan sampai ada penerima ganda,” ujarnya.
Ia menargetkan, proses pendataan ini bisa selesai dalam waktu satu minggu ini atau sebelum jadwal pendistribusian tahap kedua dimulai.
”Secepatnya kami selesaikan. Karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” tambahnya.(yui)
