Sabtu, 2 Mei 2026

Kabar Baik, Kasus Positif Covid-19 di Batam Bertahan di Angka 29

Berita Terkait

batampos.co.id – Selama beberapa hari kasus positif Covid029 di Batam maupun secara keseluruhan di Kepri tidak ada penambahan. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, penularan Covid-19 antarwarga (transmisi lokal) tak ada penambahan.

“Hari ini (kemarin, red) tidak ada penambahan kasus positif untuk lokal. Namun, terjadi penambahan di RS Khusus Infeksi Covid-19 di Galang, Batam. Secara keseluruhan untuk lokal tercatat 54 kasus, sedang di RS Galang 29 kasus,” sebut Tjetjep, Jumat (24/4) di Tanjungpinang.

Sementara berdasarkan data per 25 April 2020, jumlah pasien positif-19 di Batam bertahan di angka 29 kasus. Angka ini bertahan sejak 20 April 2020 atau sudah lima hari. Adapun di Tanjungpinang 21 kasus, Bintan 2 kasus, dan Karimun 2 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut juga menjelaskan, perkembangan terkini kasus Covid-19 Provinsi Kepri. Dikatakannya, secara komulatif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terjadi peningkatan di Tanjungpinang dan Batam.

Secara keseluruhan PDP di Kepri sebanyak 281 orang. Kemudian Orang Dalam Pengawasan (ODP) juga terjadi peningkatan menjadi 3.058 orang. Sedangkat Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini tercatat 1.768 orang.

“Yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test sebanyak 77 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh 9 orang. Sementara yang meninggal sebanyak 8 orang,” jelasnya.

Ditambahkannya, di Batam ada 22 pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Kemudian di Tanjungpinang ada dua yang dirawat. Sedangkan yang dikarantina sebanyak 11 orang. Begitu juga di Bintan dan Karimun, pasien positif Covid-19 juga dirawat di rumah sakit. Di Tanjungpinang selesai diisolasi di rumah ada juga yang di rumah singgah.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan, uji sampel swab menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) memang sempat terhenti akibat habisnya stok reagen.

“Tapi sudah masuk lagi 200 unit. Langsung kita gunakan untuk uji sampel swab yang sudah banyak masuk,” ujar Slamet, kemarin. Hasil uji swab ini nanti akan diserahkan ke Tim Gugus Tugas masing-masing untuk diumumkan dan ditindaklanjuti. (ska/jpg)

Update