batampos.co.id – Penghentian penerbangan tidak hanya berdampak pada penurunan pendapatan Bandara di seluruh Indonesia, tapi juga menjadi pukulan tambahan bagi para pelaku usaha pariwisata.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, penghentian layanan penerbangan di Bandar Udara Hang Nadim hingga 1 Juni mendatang diperkirakan akan semakin berdampak kepada dunia usaha, khususnya pariwisata.
“Menurut saya penutupan Bandara di hampir seluruh wilayah Indonesia tersebut
merupakan pukulan tambahan bagi pelaku pariwisata,” ujarnya, Minggu (26/4/2020).
Jika sebelumnya yang paling terdampak adalah hotel dan pemandu wisata, maka akibat
penghentian ini akan meluas kepada pihak lain yang terkait.
“Misalkan pelaku usaha angkutan darat dan pelaku usaha rental mobil, serta karyawan berbagai tenan di bandara dan juga pelabuhan,” jelasnya.
Selanjutnya para pedagang kecil oleh-oleh dan makanan yang biasa berjualan di bandara juga terpaksa harus menutup usahanya.

“Ini pukulan berat bagi sektor UMKM dan efeknya bisa merembet pada sektor keuangan juga, dimana akan banyak kredit macet perbankan akibat menurunnya kemampuan
pelaku usaha UMKM ini membayar angsuran kredit,” jelasnya.
Berbagai insentif yang diberikan pemerintah mulai dari relaksasi kredit dan penurunan pajak memang akan membuat pelaku UMKM ini bisa sedikit bernafas.
Namun kemampuan pemerintah tentunya juga terbatas.
“Kita tahu saat ini APBN dan APBD juga mengalami penurunan dari sisi penerimaan akibat menurunnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.
“Jika kondisi ini terlalu lama terjadia maka kita khawatirkan efek dominonya akan lebih dahsyat,” katanya lagi.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar berdoa supaya kejatuhan ekonomi tidak akan terjadi di tengah wabah Covid-19 ini.
“Kuncinya ada pada kedisiplinan masyarakat untuk mentaati imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan secara mandiri tanpa paksaan,” jelasnya.(leo)
