batampos.co.id – Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kepri, Rustam Effendi mengaku telah menyurati semua yayasan pendidikan hingga instansi pemerintahan untuk
membayarkan gaji guru yang berstatus honorer agar tepat waktu.
Meskipun, keadaan saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19.
”Sudah kami surati, dan meminta hak guru ini menjadi perhatian. Meskipun anak-anak belajar dari rumah, mereka tetap didampingi guru. Jadi jangan ada alasan jika menunda pembayaran gaji guru,” kata dia, Senin (27/4/2020).
Ia menyebutkan, selain menggunakan anggaran pendapatan daerah (APBD), pembayaran gaji guru juga dibayarkan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Untuk yayasan, mereka mengupayakan sendiri, karena swasta memungut uang SPP setiap bulannya yang digunakan untuk kebutuhan sekolah, termasuk gaji guru.
”Jadi meskipun pandemi, kesejahteraan guru ini tolong diperhatikan. Sebab memang
hak mereka,” sebutnya.

Pria yang mengepalai Dinas Perhubungan (Dishub) Batam ini mengungkapkan, hingga
saat ini belum ada laporan yang diterima terkait kendala pembayaran gaji guru ini.
Ia berharap, guru tidak ada yang tedampak dari pandemi Covid-19 ini.
”Dana BOS bisa digunakan dan itu sudah diatur. Jadi jangan sampai guru kita ini kesulitan di tengah pandemi,” imbuhnya.
Mengenai pemberian bantuan sembako kepada tenaga guru yang membutuhkan, Rustam menyebutkan, untuk hal itu sudah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Penyaluran bantuan sembako biasanya digelar ketika bulan Ramadan saat buka bersama PGRI.
Menurutnya, secara teknis ini merupakan bagian PGRI di masing-masing daerah, provinsi hanya sifatnya koordinasi agar kegiatan ini tetap berjalan dengan lancar.
”Karena tidak ada buka bersama, mungkin paket sembako bisa tetap dilanjutkan untuk membantu tenaga guru yang membutuhkan,” ujarnya.
Terkait nasib salah seorang guru swasta yang mengalami kesulitan di tengah pandemi,
Rustam menyebutkan, sudah mendapatkan informasi.
Pihaknya juga sudah menghubungi kepala sekolah yang bersangkutan.
”Sekolah sudah kasih bantuan untuk guru tersebut. Intinya berkoordinasi saja dengan induknya pendidikan dalam hal ini Disdik. Kami tak mungkin tidak bantu kalau ada persoalan seperti ini,” tambahnya.(yui)
