batampos.co.id – Sebanyak 23 karyawan PT McDermott Indonesia di karantina di Rumah Susun (Rusun) Tanjunguncang. Hal ini menambah jumlah yang dikarantina menjadi 56 orang di Batam hingga Kamis (14/5/2020) sore.
“Semua sudah menjalani rapid test. Tinggal menunggu hasil swab,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, ketika dikonfirmasi kemarin.
Ada pun para karyawan McDermott dikarantina mulai Rabu (13/5/2020) lalu. Mereka dibawa karena salah satu rekan kerjanya dinyatakan positif Covid-19, dan menjadi kasus nomor 43 Batam.
Pasien laki-laki berinisial SR, 57. Merupakan warga Bengkong Indah. Kasus ini ditelurusi berdasarkan hasil pemeriksaan RDT anak nya selaku ASN pada instansi vertikal Provinsi Kepulauan Riau dinyatakan reaktif di Batam Center, Kamis (23/4/2020) lalu.
Kemudian, dilakukan isolasi di RSKI Covid-19 Galang. Selain itu, yang bersangkutan berjumpa dengan anaknya tersebut pada saat menitipkan cucunya menjelang masuk karantina di RSKI Covid-19 Galang.

Mengingat kondisi demikian, Jumat (1/5/2020) dilakukan pemeriksaan RDT kepada yang bersangkutan di Puskesmas Seipanas. Hasilnya dinyatakan nonreaktif.
“Seminggu kemudian, setelah itu yang bersangkutan kembali melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya dinyatakan reaktif. Menindaklanjuti hasil tersebut, dia dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di Rumah Sakit Awal Bros Batam pada Jumat (8/5/2020). Hasilnya terkonfirmasi positif,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Sedangkan terhadap anaknya, telah selesai menjalani karantina di RSKI Covid-19 Galang sehubungan dengan hasil pemeriksaan swab yang dilakukannya sebanyak dua kali dan dinyatakan terkonfirmasi negatif.
Namun demikian, tim medis tetap menjadwalkan kembali pemeriksaan swab berikutnya. Dengan demikian sumber kasus ini belum diketahui.
Sementara itu, koordinator pengamanan dari Tagana Batam yang bertugas di Rusunawa Tanjunguncang, Nur Arifin, menyebutkan, ada 28 ODP baru di Rusunawa.
Terdiri dari 23 orang yang diantar dari PT McDermott Indonesia dan lima orang dari Batam Center.
“Sebelumnya ada 19 ODP TKI asal Malaysia yang ditangkap Bakamla, semalam tambah lagi 23 orang dari McDermott dan lima dari Batam Center. Ditambah yang sudah duluan, jadi semua yang ada saat ini 56 orang,” ujarnya.
Mereka diperlakukan sama di rusunawa tersebut. Kesehatan mereka diperiksa secara teratur dan dipisahkan satu sama lain sesuai kapasitas kamar yang ada.
Mereka juga menjalani berbagai protokol penanganan virus. Seperti selalu menggunakan masker, berjemur dan konsumsi vitamin, serta lain sebagainya.
