Rabu, 29 April 2026

Melihat Tim Medis RSBP Batam ‘Bergumul’ Dengan Pasien Covid-19 (Bagian-1)

Terkejut, Takut dan Was-was

Berita Terkait

Coronavirus Disease (Covid)-19 menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tim medis yang diminta untuk menangani para pasien Covid-19 dituntut memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Meski was-was dan takut terpapar virus mematikan itu terus menghantui.

Messa Haris-Batam

Terkejut, takut dan was-was, itulah yang dirasakan tim medis Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam ketika diminta untuk menangani pasien Covid-19.

Dalam benak mereka kala itu hanya satu. Bagaimana tetap sehat sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada para pasien-pasiennya terutama mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dokter Tafsil menjadi satu-satunya spesialis paru di RSBP Batam juga merasakan hal serupa. Terkejut dan was-was katanya saat rumah sakit tempatnya bekerja ditunjuk sebagai rujukan untuk menangani pasien Covid-19.

Padahal kata dia, kala itu RSBP Batam terkendala akan ruangan. Menurutnya RSBP Batam pernah dibangun ruangan untuk menangani pasien yang terkonformasi SARS.

Namun karena ruangan sudah lama tidak digunakan, dinilai tidak layak untuk menempatkan pasien. Tetapi lanjutnya RSBP Batam langsung berbenah.

Lima pasien yang dirawat di RSBP Batam kembali dinyatakan sembuh. Mereka dapat kembali ke rumah dan harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Ruangan tersebut langsung direnovasi agar dapat kembali digunakan untuk menangani pasien Covid-19.

“Setelah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, RSBP Batam langsung mempersiapkan diri. Terlebih di Kota Batam hanya ada dua rumah sakit pemerintah yaitu RSBP Batam dan RSUD Embung Fatimah (sebelum RSKI di Galang dibangun,red),” ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Tidak hanya pihak RSBP Batam, dirinya sebagai satu-satunya dokter spesialis di rumah sakit tersebut juga harus mempersiapkan diri.

Tafsil mengaku saat pertama kali menangani pasien Covid-19, rasa takut dan was-was terus menghantuinya.

Namun berkat komitmen pihak rumah sakit dan tim yang dibentuk, membuatnya semakin memantapkan langkah untuk menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di RSBP Batam.

“Jujur awal-awalnya agak berdebar-debar juga kita menerima tugas ini,” paparnya.

Kata dia, segala sarana dan prasarana seperti ruangan, laboratorium dan radiologi serta penunjang lainnya terus digesa pihak rumah sakit sehingga dapat melayani pasien.

Terlebih saat Covid-19 sudah menjadi pandemi. Dalam artian tidak hanya menyebar di daerah Wuhan, Tiongkok. Tapi sudah hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia, khususnya Kota Batam, Provinsi Kepri.

Meski semua persiapan sudah dilakukan, rasa was-was masih menghantui tim medis RSBP Batam. Bagaimana tidak kala itu, Kota Batam belum memiliki peralatan rapid test dan polymerase chain reaction (PCR).

“Tapi kita harus terima karena ini tugas dan tanggungjawab kita,” katanya.

Update