batampos.co.id – Seorang warga negara Tiongkok pria berusia 41 tahun yang pulih dari virus Korona dikabarkan meninggal dunia di Singapura. Dia meninggal dunia justru setelah dinyatakan sembuh dan pulang dari rumah sakit sejak 2 minggu lalu.
Pria itu mengalami komplikasi sekitar dua minggu setelah ia dipulangkan. Kematiannya membuat jumlah total kematian akibat komplikasi akibat infeksi Covid-19 menjadi 25 orang di Singapura.
Pasien, yang diidentifikasi oleh Departemen Kesehatan (Kasus Kesehatan) sebagai kasus 11.714 ulih dari infeksi dan dipulangkan pada 17 Mei. Tetapi kemudian dia pingsan setelah itu, seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (7/6).
“Dan petugas menyatakan penyebab kematiannya sebagai kondisi tromboemboli paru besar setelah infeksi,” kata Departemen Kesehatan pada Sabtu malam (6/6).
Singapura masih dihadapkan dengan kasus di antara asrama pekerja asing. Pekerja asing yang tinggal di asrama membuat sisa dari 337 kasus virus Korona baru, sehingga total negara menjadi lebih dari 37.527 kasus. Lebih dari satu dari sepuluh di antara kelompok ini sekarang dinyatakan positif terkena virus.
Tidak ada kasus impor, dan 98 persen dari kasus baru terkait dengan kluster yang diketahui. Dua kluster baru di asrama telah muncul, satu di Beyond Tuas South Boulevard dan yang lainnya di 10 Kwong Min Road.
Depkes juga menutup sebuah kluster di lokasi pembangunan di 15 Serangoon North Avenue 1 setelah tidak ada kasus baru yang dikaitkan dengannya selama dua periode inkubasi virus, atau 28 hari. Kementerian menambahkan NTUC Fairprice Hougang Mall ke daftar tempat yang dikunjungi oleh kasus masyarakat. Kasus yang dikonfirmasi telah mengunjungi mal antara 11:10 dan siang pada 30 Mei.
Tempat-tempat lain yang dikunjungi oleh masyarakat ketika mereka terinfeksi termasuk pasar basah, supermarket, pusat jajanan, dan mal seperti Jurong Point, Jem dan Junction 8. Jika mereka mengalami demam, gejala pernapasan atau kehilangan rasa atau bau segera hubungi dokter.(jpg)
