batampos.co.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama perusahaan asal Korea Selatan, Hansol, memiliki banyak manfaat.
Salah satunya ialah pemilik rumah yang dilintasi pipa IPAL tidak perlu lagi rutin menyedot septic tank.
Karena pipa pembuangan yang berada di depan rumah Anda akan terhubung langsung dengan pipa IPAL dan akan membawa limbah langsung stasiun pompa.
Dari stasiun pompa limbah akan diteruskan ke pusat pengolahan IPAL di Bengkong Sadai.

Tidak hanya itu dengan adanya IPAL akan menghilangkan hewan-hewan di got atau parit yang selama ini masuk melalui pipa. Seperti tikus dan kecoa.
Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, ada banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat Kota Batam dari pembangunan IPAL.
“IPAL tahap pertama dibangun di wilayah Batam Centre dan akan selesai pada Desember 2020,” jelasnya, Kamis (18/6/2020).
Saat ini lanjutnya sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.
Menurutnya, pada tahap pertama dipilih adalah wilayah Batam Centre.
“Kami ingin mengamankan waduk Duriangkang yang merupakan sumber air baku terbesar di Batam yaitu sekitar 70 persen,” tuturnya.
Selama ini kata dia, limbah-limbah domestik di area Batam Centre secara kontur tanah mengalir semua ke waduk Duriangkang.
Saat ini sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.
BP Batam berencana akan membangun 11 ribu pipa sambungan rumah.(esa/adv)
