batampos.co.id – Setelah munculnya 13 kasus Covid-19 di Pasar Toss 3000 Jodoh, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan menutup pasar terbesar di Batam itu selama tiga hari, mulai 22-24 Juni mendatang. Penutupan ini untuk sterilisasi dan penataan ulang agar sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Iya, sudah disepakati penataan Pasar Toss 3000 pada 22-24 Juni. Sudah disepakati bersama dalam rapat bersama pengelola, puskesmas, Polsek Lubukbaja, Danramil, serta aparat yang akan membantu penataan pasar nantinya,” ujar Gustian Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kamis (18/6).
Gustian mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama pengelola, penataan ini memang akan dilakukan serentak. Selama tiga hari itu, pasar akan ditutup dari aktivitas jual-beli. “Pengelola maunya sekali jalan selesai. Jadi tutup total semua,” katanya.
Dia menjelaskan, penataan ulang pasar nantinya akan ada pengelompokan pedagang berdasarkan jenis jualannya. Antara pasar basah dan kering akan dipisahkan. Selain itu, ada dua pintu masuk dan satu pintu keluar yang disiapkan nantinya.
“Nanti akan dibuat per blok. Untuk ikan, ayam, dan sejenisnya dibuat satu titik. Begitu juga yang menjajakan sayuran dan lainnya. Jadi, tidak seperti sekarang ini, semua gabung. Kalau sudah ditata akan lebih bersih dan tertib,” terangnya.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam kini fokus pada pengendalian penyebaran Covid-19 di Batam. Terutama memutus mata rantai penyebaran di cluster-cluster yang berpotensi besar penyebarannya, jika tak dikendalikan. Salah satu yang menjadi fokus pengendalian Tim Gugus Tugas adalah cluster baru Pasar Toss 3000 Jodoh.
“Kita usahakan jangan ada penambahan lagi. Sekarang beberapa klaster masih terus bertambah. New normal bisa berjalan sukses jika ini selesai,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi usai menggelar pertemuan bersama pelaku usaha, Selasa (16/6).
Hingga saat ini, di cluster Pasar Toss 3000 sudah 13 orang terinfeksi Covid-19. Berpotensi membesar mengalahkan klaster HoG Eden Park, jika tak bisa diatasi, mengingat Pasar Toss 3000 pusat pertemuan semua pedagang dan pembeli di seluruh Batam.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Dandim Batam terkait penanganan dan metode yang akan diterapkan menangani persoalan Covid-19 di Pasar Toss 3000, yang menjadi salah satu cluster penyumbang kasus positif terbanyak,” kata Rudi.(*/jpg)
