Jumat, 30 Januari 2026

Gojek Berhentikan 430 Karyawan, Alasannnya….

Berita Terkait

batampos.co.id – Dampak pandemi Covid-19 ternyata juga menerpa Gojek Indonesia dan berefek kepada diberhentikan 430 orang karyawannya di dua divisi.
Co CEO Gojek Indonesia, Kevin Aluwi, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima batampos.co.id, Selasa (23/6/2020) malam, mengatakan, hal itu berdasarkan hasil keputusan rapat bersama yang digelar sebanyak 16 sesi.
“Pada townhall meeting yang digelar 16 sesi dan dihadiri seluruh karyawan hari ini, Gojek mengumumkan strategi perusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti (core business) yang memiliki dampak paling luas kepada masyarakat, yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik sebagai langkah jangka panjang dalam menghadapi pandemi COVID-19,” ujarnya.
Ia menjelaskan  townhall meeting dilakukan dengan tiap divisi di Gojek sehingga dirinya dapat menyampaikan pesan secara langsung dan lebih personal kepada karyawan.
Dalam rapat tersebut pihaknya juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bisa mengajukan pertanyaan dan memahami lebih detail mengenai perubahan yang dilakukan.
Ilustrasi Gojek
“Ada dua keputusan utama turut diumumkan seiring ditetapkannya strategi ini,” jelasnya.
Pertama kata dia, dihentikannya sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi.
Kedua yaitu perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.
“Layanan GoLife meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan,” paparnya.
Keputusan itu kata dia, diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.
Kemudian lanjutnya, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi COVID-19.
“Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020,” tuturnya.
Kata dia, karena hal Menyusul tersebut, sebanyak 430 karyawan atau 9 persen dari total karyawan, yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan.
“Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19,” tuturnya.
Ia menjelaskan, langkah yang telah diumumkan ini membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas.
Khususnya mencakup tiga layanan inti, di samping juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi seperti bisnis.(*/esa)

Update