batampos.co.id – Pesawat yang akan take off (terbang,red) dan landing (mendarat,red) wajib menabrak angin yang berfungsi untuk mengurangi daya gerak pesawat.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Tehnologi Informasi Komunikasi (BUBU TIK) Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, hal itu memang sudah menjadi hal yang biasa bagi pilot.
“Itu (tabrak angin, red) wajib dan pilot pasti sudah tahu, apalagi kalau runwaynya pendek,” jelasnya, Jumat (26/6/2020).
Ia menjelaskan dengan menabrak angin dapat mempermudah pesawat untuk naik dan turun.
“Itu (menabrak angin,red) mengurangi daya gerak pesawat,” jelasnya.

Sementara itu, Suwarso, menjelaskan, pada tatanan hidup baru atau new normal yang dilaksanakan sejak Senin (15/6/2020) lalu berdampak positif terhadap jumlah penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Kata dia, penerbangan paling banyak dari dan ke Jakarta.
a menjelaskan, selain Jakarta, penerbangan yang paling banyak adalah Medan, Pekan Baru, Padang dan Surabaya.
“Medan dan Surabaya itu dua kali penerbangan sehari, kalau yang lain (Pekan Baru, Padang,red) hanysa satu kali,” jelasnya.
Kata dia, hingga saat ini syarat penerbangan masih sama. Yaitu calon penumpang harus memiliki hasil tes PCR atau Rapid Test dengan hasil negatif atau non reaktif Covid-19.
“Satu lagi yang wajib dipenuhi calon penumpang adalah identitas. Jadi sekarang tidak perlu lagi surat jalan,” tuturnya.(esa)
