Selasa, 7 April 2026

Pantai Nongsa Terpilih Dalam Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman

Berita Terkait

batampos.co.id – Pantai Nongsa Kota Batam terpilih dalam Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) yang merupakan program dari Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Gerakan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat (17/7/2020) dan Sabtu (18/7/2020) di sepanjang Pantai Nongsa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang  terdampak pandemi Covid-19.

“Ada pemandu wisata, pelaku usaha kuliner, pekerja lepas harian, dan wirausaha sektor bahari serta pekerja di wisata budaya dan religi,” jelasnya, Sabtu (18/7/2020).

Ia menjelaskan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, Gerakan BISA diharapkan mampu mengembangkan dan membangkitkan kembali objek pariwisata berbasis masyarakat.

Sehingga memberikan kepercayaan kepada wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

“Pemko Batam konsen menangani Covid-19 di Kota Batam. Saat ini Kota Batam masuk zona kuning dan menuju zona hijau,” jelasnya.

Ardi mengatakan, Pantai Nongsa merupakan objek wisata yang strategis. Karena memiliki destinasi yang menarik seperti Makam Nong Isa yang merupakan wisata sejarah, wisata kuliner, dan pantainya yang indah.

“Tak hanya itu, Nongsa juga memiliki amenitas yang lengkap. Seperti adanya hotel, resort, lapangan golf, rumah sakit dan pelabuhan internasional,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata dia, di seberang Pantai Nongsa terdapat Pulau Putri yang merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang dapat dikunjungi oleh wisatawan.

Para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat membersihkan kawasan Pantai Nongsa. Foto: Disbudpar untuk batampos.co.id

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah memilih Provinsi Kepri sebagai tempat dilaksanakannya Gerakan BISA.

“Perhatiannya sangat tinggi, semoga ada gerakan lain,” katanya.

Gerakan BISA merupakan kegiatan gotong royong untuk mendukung objek wisata berbasis masyarakat.

“Mari kita dukung masyarakat Nongsa untuk mengembangkan destinasi sehingga dikunjungi wisatawan lokal, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara,” ajaknya.

Mewakili Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Guntur Sakti, menyampaikan Gerakan BISA bertujuan untuk mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonomi, dapat berkontribusi mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona.

Yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Karena kata dia, hal itu sangat penting untuk menarik wisatawan serta mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata.

“Ini dapat meningkatkan peringkat Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia (Travel and Tourism Competitiveness Index),” ujarnya.

Ia menjelaskna, melalui pelaksanaan Gerakan BISA diharapkan para pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat cepat berdaptasi dengan tatanan atau kebiasaan baru sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi yang baik.

“Gerakan BISA dilakukan se-Indonesia. Di Kepri dilaksanakan di Batam, Bintan, dan Karimun, Penyengat, dan Belakang Padang,” katanya.

Guntur mengajak masyarakat untuk terus menjaga destinasi Pantai Nongsa dengan menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamananan.

“Kalau kampung kita tak bersih, indah, sehat, aman, jangan harap wisatawan mau kesini. Masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,” pintanya.

Pelaksanaan Gerakan BISA juga merupakan bagian dari upaya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang mengajak kepada seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif optimistis agar dapat segera bangkit dari tekanan pandemi Covid-19.

Dengan menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum yang operasionalisasinya di terapkan di sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di provinsi Kepri, Gerakan BISA dilaksanakan ditiga kabupaten dan kota yaitu Batam dan Bintan pada 18 hingga 19 Juli 2020. Kemudian di Kabupaten Karimun 19 sampai 20 Juli 2020.(*/esa)

Update