Rabu, 29 April 2026

Kapal Puskel Anambas Terbakar Setelah Mengantar Pasien Rujukan

Berita Terkait

batampos.co.id – Kapal Puskemas Keliling (Puskel) Husada 001 milik RSUD Tarempa terbakar setelah mengantar pasien rujukan dari Tarempa ke RSUD Palmatak, Minggu (19/7) malam. Kejadian itu menyebabkan kapal Puskel mengalami kerusakan berat karena terbakar.

Direktur RSUD Tarempa, dr.Rini Gumala Cahayaasih mengatakan puskel yang terbakar itu setelah berlayar pulang kembali ke Tarempa setelah mengantar pasien. “Tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran itu mengalami kapal psukel kerusakan. Kapal Puskel tersebut merupakan pengadaan dari pusat,” sebutnya saat dikonfirmasi Batampos Online, Senin (20/7/2020).

Penumpang Kapal Puskel tersebut berjumlah 5 orang, 2 orang ABK, 2 orang perawat dan 1 orang kapten.

Diketahui sebelumnya berdasarkan rilis DamkarKabupaten Kepulauan Anambas kronologis kejadian itu, sekira pukul 23.00 WIB kapal Husada 001 berlayar dari Pelabuhan Matak Kecil, Palmatak, kembali menuju Tarempa setelah mengantar pasien rujukan dan RSUD Tarempa.

Kurang lebih berlayar 25 menit, tidak jauh dari lokasi wisata Batu Lepe, Tarempa, kapal mengalami konsleting listrik. Hal itu menimbulkan api dari kamar mesin yang berada tepat di tengah badan kapal Puskel tersebut.

Mengetahui hal itu kapten kapal langsung mengarahkan kapal dan menyandarkan kapal tepat di lokasi wisata Batu Lepe, Tarempa. Setelah kapal bersandar di lokasi wisata Batu Lepe, seluruh kru kapal dan perawat dievakuasi ke darat. Sementara itu kapten kapal mencoba untuk memadamkan api dengan menyiramkan air laut kedalam kapal.

Namun setelah kurang lima menit api tidak dapat dipadamkan. Mengetahui hal itu kapten kapal Puskel langsung menghubungi pihak RSUD Tarempa untuk meminta bantuan. Sekira pukul 23.40 WIB, personil Polsek Siantan, pemadam kebakaran, Basarnas dan Tagana melakukan pemadaman api di kapal Husada 001. Sekira pukul 00.35 Wib kobaran api dapat dipadamkan oleh personel gabungan.

Daftar kerugian Kapal Puskel yang terbakar tersebut yaitu, satu Speed Boat, dua mesin 6D16 Yundai, alat navigasi kapal dan perlengkapan keselamatan kapal. Total kerugian diperkirakan lebih kurang Rp 1,2 miliar.(fai)

Update