Senin, 27 April 2026

Pjs Wali Kota Batam Minta Protokol Kesehatan di Kawasan Industri Diperketat

Berita Terkait

batampos.co.id – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, memastikan penerapan protokol kesehatan di kawasan industri diperketat.

Ia tak ingin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menghambat produktivitas perusahaan.

Syamsul mengatakan, hasil pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Kawasan Batamindo, semua bertekad agar permasalahan yang ada saat ini terkait banyak pekerja terpapar Covid-19, harus segera diselesaikan.

“Kita datang ingin membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi perusahaan. Untuk pekerja yang terpapar, sudah dilakukan perawatan,” ujarnya, Kamis (1/10/2020).

Di kesempatan itu, Syamsul juga mengungkapkan, pihaknya sudah menginvestigasi persoalan yang ada.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum (lima dari kiri) berfoto bersama dengan par apelaku industri di salah satu kawasan industri di Kota Batam. Ia berharap kawasan industri dapat memperketat penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Foto: Media Center untuk batampos.co.id

Ia mengaku, pekerja yang terpapar bukan dari lingkungan perusahaan, melainkan dari luar yang dibawa ke kawasan tersebut.

“Kalau soal penerapan protokol kesehatan, hasil investigasi dan laporan ke kami sudah diterapkan. Jadi virus yang tersebar ini dari luar yang dibawa ke kawasan,” ujarnya.

Syamsul ingin permasalahan tersebut dapat segera ditangani agar roda perekonomian di wilayah ini tak berdampak lebih besar lagi. Bagi para pekerja yang terpapar, akan ditangani dengan baik hingga benar-benar bebas dari Covid-19.

“Bagi pekerja yang terpapar Covid-19, pekerja tidak akan di-PHK. Masih ada secercah harapan untuk kembali produktif,” ujarnya.

Selain itu, untuk menangani dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di kawasan itu, sebagian perusahaan sudah melaksanakan swab massal.

Diperlukan pengetatan protokol kesehatan dan terus mengingatkan para pekerja memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

“Pekerja harus hati-hati. Kalau sudah sakit, perusahaan juga sakit,” ujarnya.(*/esa)

Update