batampos.co.id – Aksi mogok nasional para buruh juga akan terjadi di Batam. Panglima Garda Metal SPMI Kota Batam, Suprapto, mengatakan, seruan mogok massal buruh mulai Selasa (6/10) hingga Kamis (8/10) direspons buruh di Batam. Buruh akan tetap melakukan aksi.
”Aksi tetap, tapi konsepnya beda dari demo-demo sebelumnya,” katanya, Minggu (5/10).
Ia mengatakan, nantinya demo dan mogok kerja akan dilakukan di masing-masing perusahaan atau pabrik yang ada di Batam. Para buruh tidak akan keluar perusahaan.
”Kami tidak akan ke Pemko Batam atau DPRD. Hanya di dalam perusahaan atau di depan perusahaan saja,” ucapnya.
Aksi ini tidak hanya serentak seluruh Batam, tapi juga seluruh Indonesia. Suprapto mengaku, akan tetap ada orasi selama aksi mogok dan demo ini. ”Untuk pemberitahuan aksi ini, kami sedang komunikasikan dengan pihak aparat,” ucapnya.
Ia juga memastikan selama aksi ini, tetap memperhatikan protokol kesehatan. ”Saat ini masih pandemi. Oleh karena itu teman-teman buruh wajib pakai masker, jaga jarak, dan bawa hand sanitizer,” jelasnya.
Ia menilai perjuangan penolakan UU Omnibus Law ini adalah hal yang sangat penting. Karena menurut Suprapto akan berdampak negatif terhadap para buruh dan masyarakat.”Ini bencana bagi kami dan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Kepri, Kombes Pol Mochamad Rodjak Sulaeli, memastikan tidak akan menerbitkan izin keramaian selama pandemi ini.
”Mau kegiatannya demo atau apapun yang membuat adanya keramaian, kami tidak akan terbitkan,” tegasnya.
Rodjak menilai, sangat berisiko apabila ada keramaian di kala pandemi ini, karena dapat meningkatkan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.
”Akan adanya aksi demo ini, kami sudah warning mereka (para buruh). Kami ingatkan bahwa ini sedang pandemi Covid-19,” terangnya. (*/jpg)
