batampos.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus melaju di zona hijau bahkan mendekati level 14.000. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), siang tadi posisi rupiah melambung ke level 14.015.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, mata uang Garuda hari ini masih disebabkan oleh hembusan angin segar dari indeks saham AS dan Asia pagi tadi.
“Rupiah masih berpotensi menguat hari ini mengikuti sentimen positif yang terjadi di indeks saham AS semalam dan Asia pagi ini,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Selasa (10/11).
Selain itu, sentimen positif lainnya masih karena perpolitikan AS yang memenangkan Presiden baru, Joe Biden. Hal itu memberi rasa optimisme para pelaku pasar terhadap perbaikan perekonomian dari hubungan dagang yang lebih ramah.
Kemudian, yang terbaru, kata dia, berasal dari laporan pengujian vaksin dari Pfizer yang menunjukan efektifitas 90 persen dalam mencegah infeksi virus Covid-19. Sebab, vaksin merupakan solusi utama dalam perbaikan aktivitas.
“Tersedianya vaksin akan menghentikan pandemi covid-19 dengan cepat yang menjadi sumber pelambatan ekonomi dunia,” tuturnya.
Ariston menambahkan, disisi lain, Indonesia menjadi sasaran aliran masuk modal asing karena tingkat imbal hasilnya masih lebih tinggi dibanding lainnya dan kondisi sospol yang stabil.
“Rupiah masih ada ruang untuk menguat ke kisaran 14.000 dengan resisten di kisaran 14.150,” tutupnya.(jpg)
