batampos.co.id – Sebanyak 200 mantan karyawan PT Adhya
Tirta Batam (ATB) mengikuti gladi resik yang digelar PT Moya
Indonesia di Asrama Haji Batam, Batam Center, sejak Sabtu
(14/11) hingga Minggu (15/11/2020) pagi.
Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, para eks karyawan ATB diundang Moya untuk membicarakan terkait persoalan teknis pekerjaan.
”Mereka merupakan eks karyawan ATB yang dulu sudah mendaftar ke BP Batam. Mereka diterima dan sekarang bekerja di Moya. Setelah Moya mulai bertugas, mereka diundang untuk memberitahukan penempatannya dalam tugas baru dan hal lainnya menyangkut persoalan administrasi,” kata Vera, sapaan akrabnya, kemarin, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.
Sebagian besar eks karyawan ATB yang datang merupakan
karyawan bagian produksi dan distribusi.
Dalam proses pembentukan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, BP Batam memang mengutamakan karyawan ATB.
Setelah konsesi resmi berakhir pada Sabtu (14/11/2020) tepat pukul 00.00 WIB, karyawan ATB memang sudah dipersilakan untuk segera mencari pekerjaan baru, termasuk bergabung dengan BP Batam.
”Jadi, mereka ditempatkan sesuai dengan kompetensinya
masing-masing,” imbuhnya.
Sejak awal menjadi pemenang tender mitra pengelolaan SPAM di masa transisi, Moya sudah menyalurkan sumber daya manusia (SDM)nya dari Jakarta.
Pada awal November, 211 orang sudah mulai bertugas sesuai fungsinya, seperti inspeksi, survei, tandem operasi, testing, sup-
port, administrasi, dan komunikasi.
Total karyawan yang bertugas bertambah menjadi 261 orang, hingga Minggu (15/11/2020), belum lagi tambahan dari
sekitar 200 karyawan eks ATB. Moya menargetkan pada Desember mendatang menempatkan 506 karyawan yang akan melaksanakan operasional dan pemeliharaan SPAM Batam, bermitra dengan BP Batam.
Sementara itu, sehari setelah konsesi pengelolaan air bersih antara ATB dan BP Batam berakhir, pendistribusian air lancar. Tidak ada kendala berarti seperti yang ditakutkan banyak orang sebelumnya.(jpg)
