batampos.co.id – Ismadi, warga Bida Ayu, Sei Beduk, yang ditemukan tewas tergantung di Hutan Duriangkang, diketahui depresi.
Pria 52 tahun tersebut usahanya bangkrut dan ditinggalkan istri serta anaknya.
Kapolsek Sei Beduk, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan, usaha korban yakni toko bangunan bangkrut selama pandemi Covid-19.
Kemudian, korban menumpang di rumah rekannya di Seibeduk.
“Korban juga sudah lama pisah dengan anak dan istrinya. Jadi depresi masalah keluarga dan ekonomi,” ujar Awal, Rabu (18/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Awal menjelaskan, barang bukti mobil Toyota Agya merah BP 1985 TR yang ditemukan di dekat lokasi ia tergantung, merupakan mobil rental.
Mobil tersebut diduga sengaja disewa korban untuk ke Hutan Duriangkang.
“Itu mobil rental. Jadi, di dalam mobil sudah dipersiapkan tali dan ember,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ismadi, warga Bida Ayu, Sei Beduk, ditemukan tewas gantung diri di dalam Hutan Duriangkang, Senin (16/11/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Ia mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tali tambang.
Jasad Ismadi pertama kali ditemukan oleh pemancing bernama Komeng.
Selain jasad Ismadi, polisi mengamankan barang bukti berupa ember cat, tali tambang sepanjang 540 sentimeter, dan satu unit mobil Toyota Agya Merah BP 1985 TR.(jpg)
