batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi yang diprediksi terjadi pada Desember hingga awal Februari 2020.
Gelombang tinggi diprediksi akan melanda sebagian besar perairan di Provinsi Kepri atau yang kerap disebut musim angin utara.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, ada dua wilayah yang statusnya waspada. Masyarakat yang beraktivitas di perairan tersebut, haru ekstra hati-hati. Bahkan disarankan untuk tidak berlayar di laut.
“Perairan natuna dan Anambas yang cukup tinggi. Makanya BMKG mengeluarkan peringatan dini,” kata Forecaster Stamet Hang Nadim, Rizka Manurung, Kamis (10/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Berdasarkan analisis BMKG pusat, ada sirkulasi angin yang
terpantau di utara Aceh. Angin tersebut bergerak dari barat daya
hingga ke barat laut. Kecepatan angin berkisar 6 hingga 30 knot.

“Akibatnya, terjadi gelombang tinggi. Perairan Anambas terpantau gelombang kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter. Di perairan Natuna ada gelombang kategori tinggi, 2,5 hingga 4 meter,” tuturnya.
Ia mengatakan, untuk gelombang di atas 1,25 meter, dapat berisiko tinggi terhadap perahu nelayan. Lalu, gelombang se-
tinggi 1,5 meter, berdampak terhadap kapal tongkang.
Sedangkan gelombang setinggi 2,5 meter, berdampak ke kapal feri.
“Gelombang di atas 4 meter berdampak ke kapal kargo atau pesiar. Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar selalu waspada,” ujar Rizka.
Di perairan Batam, tinggi gelombang mencapai 1 meter, Tanjung Pinang 1,2 meter, Karimun 1 meter, Lingga 1,2 meter.
“Tapi masih tergolong aman. Walau pun memang perairannya sedang tidak tenang,” ucapnya.(jpg)
