batampos.co.id – Jelang libur Natal dan Tahun Baru, lonjakan wisatawan Nusantara (wisnus) atau wisatawan domestik ke Batam diperkirakan naik.
Hal ini karena banyak yang ingin menghabiskan waktu libur, baik yang berasal dari pulau terdekat maupun luar kota.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, meskipun saat ini masih pandemi, namun sektor perhotelan, destinasi wisata, restoran, hingga pusat perbelanjaan sudah meningkatkan protokol kesehatan (protkes) dalam rangka mendongkrak kunjungan wisnus.
“Kita sangat berharap mobilitas wisnus bisa meningkat, dan menjadikan Batam sebagai salah satu kota destinasi untuk mengisi waktu libur,” kata Ardi, Selasa (15/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ardi memperkirakan, lonjakan kunjungan terutama datang dari daerah yang ada di Kepri seperti Tanjung Pinang, Karimun,
Natuna, Anambas, dan Lingga.
Hal ini diperkuat lagi dengan promo hotel yang memberikan
diskon atau potongan harga Rp 250 ribu dengan bantuan dari
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ini diharapkan menjadi daya tarik bagi wisnus untuk menginap di hotel dan bisa meningkatkan okupansi hotel jelang akhir tahun,” ujarnya.
Lanjutnya, pemerintah pusat saat ini juga mulai membuka destinasi wisata di Bali.
Namun, Batam dan Kepri sebagai penyumbang wisatawan mancanegara nomor dua di Indonesia, tentu ia berharap wilayah ini juga segera dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Sebab, untuk saat ini baru untuk kalangan terbatas atau yang lebih dikenal dengan Travel Corridor Arrangement (TCA).
”Kita sudah sangat siap baik itu fasilitas maupun protokol kesehatannya, hal ini merupakan jaminan bagi wisnus yang diharapkan bisa meningkat jelang tutup tahun, sedangkan jangka panjang tentu kita bersiap menyambut wisman,” beber Ardi.
Untuk itu, ia meminta perhotelan dan penunjang sektor wisata bersiap menghadapi kondisi ke depan.
Menurut Ardi, beberapa bulan ini ada peningkatan untuk tingkat hunian hotel, dan pusat perbelanjaan mulai kembali ramai. Terbukti, tenan-tenan kembali membuka toko mereka.
“Informasi dari Dinas Pendapatan (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) memang ada peningkatan dari pajak hotel. Sudah pasti itu dampak dari pergerakan tingkat hunian hotel. Kita harapkan semua sektor dan perekonomian cepat pulih,” ungkapnya.(jpg)
