batampos.co.id – Harga komoditas bahan pangan makin tinggi. Salah satunya adalah telur ayam yang saat ini mencapai Rp 49 ribu hingga Rp 50 ribu per papan isi 30 butir.
Kenaikan harga telur ini disebut merupakan yang tertinggi dibanding kenaikan di tahun-tahun sebelumnya.
Akibatnya, di sejumlah warung, harga telur dijual Rp 2.500 per butir. Hal ini dikeluhkan, baik oleh pembeli maupun pedagang.
Di Pasar Botania 1, Batam Center, harga telur kemasan 10 butir dijual berkisar Rp 19-21 ribu. Harga ini naik sekitar Rp 2.000 per 10 butir.
”Iya harga telur naik lagi, ” ujar Asmin, pedagang kelontong di Pasar Botania 1, Kamis (17/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Disinggung penyebab makin tingginya harga telur, Asmin tak tahu pasti. Namun, menurut informasi yang ia dapatkan, harga telur naik karena pakan ternak ayam petelur seperti jagung dan lainnya, juga naik.
Sementara, permintaan telur semakin tinggi jelang Natal.
”Bukan hanya pembeli yang risau, kami penjual juga risau
kalau naik begini. Pas dibeli banyak, tiba-tiba turun. Kami jadinya yang rugi,” terang Asmin lagi.
Harga telur yang tinggi juga terpantau di beberapa swalayan di wilayah Nongsa.
Harga telur yang sebelumnya Rp 17.000 per kemasan isi 10
butir, naik hingga Rp 18.000-18.500 per kemasan.
Sementara, per papan telur ayam dijual berkisar Rp 50 ribu
hingga Rp 56 ribu, tergantung dari ukuran atau besaran telur.
”Kemarin naik lagi, sekarang jadi Rp 18.000 per pack (kema-
san),” ujar Nisa, karyawan salah satu swalayan di Nongsa.
Sedangkan di sejumlah warung, harga telur dijual Rp 2.500 per butir. Padahal sebelumnya, masih dijual Rp 2 ribu per butir.
”Iya, harga telur naik lagi, kalau ambil 3 butir jadi Rp 7 ribu. Per butir kurang lebih Rp 2.500,” terang Adi, pemilik warung di Nongsa.
Dian, ibu rumah tangga, turut mengeluhkan harga telur yang naik drastis. Menurutnya, harga telur saat ini jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
”Sepertinya ini harga telur paling tinggi, dulu cuma Rp 2 ribu per butir, sekarang sudah Rp 2.500,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dihubungi terkait kembali naiknya harga telur tersebut.
Namun sebelumnya, Gustian sempat beralasan harga telur naik karena harganya sudah tinggi di daerah asal yakni Medan.
Hal itu karena permintaan jelang Natal dan Tahun Baru juga
meningkat.(jpg)
