batampos.co.id – Wali Kota Batam, mUhammad Rudi, kembali gagal divaksinasi Covid-19 pada tahap kedua.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmajarjadi, menjelaskan, dengan gagalnya vaksinasi kedua kepada wali kota Batam masih dikarenakan tensi atau tekanan darah yang tinggi.
“Pak wali termasuk dalam yang ditunda pemberian vaksinasinya. Tapi pak wali kota namanya sudah masuk daftar. Jadi kita akan pantau terus tensinya, jika sudah sekitar 130 akan kita vaksin,” ujarnya, Jumat (29/1/2021).
Menurutnya kepala daerah masuk dalam prioritas pemberian vaksin Covid-19. Sehingga lanjutnya kapan pun kondisi wali kota Batam stabil dapat langsung dilakukan vaksinasi.
Ia menjelaskan, banyak faktor yang membuat seseorang gagal divaksinasi. Salah satunya seperti yang dialami Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Masalah tensi ini banyak faktor, bisa kecapekan, kurang istirahat, stres dan gaya hidup,” paparnya.
Namun lanjutnya pada kasus wali kota Batam diperkirakan karena ada faktor keturunan atau genetik.
“Jika seperti ini (tensi masih tinggi,red) kemungkinan ada faktor genetiknya. Faktor genetik ini agak susah turun. Kalau karena faktor makanan atau lainnya seperti stres kurang, istirahat itu gampang turun,” tuturnya.
Sementara itu Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, dirinya sempat dua kali dicek tensi masih dan masih normal.
Tetapi setelah memberikan sambutan vaksinasi tahap kedua dan kembali dicek tekanan darahnya kembali naik.
“Tadi saya dicek lagi sama tiga orang dokter langsung. Agar ada perbandingan saya cek tiga kali hasilnya sama 130 dan setelah seremoni acara dicek 141 tapi dicek dengan alat digital 150,” tuturnya.
Ia menjelaskan dalam beberapa hari terakhir jadwalnya memang lumayam padat. Terakhir menghadiri rapat RTRW.
“Saya dipanggil lagi sama Kementerian ATR dan rapatnya (selesai, red) jam setengah dua belas. Sampai rumah jam 1-an juga,” paparnya.(esa)
