Kamis, 7 Mei 2026

Warga Kampung Pelita Usulkan 40 Kegiatan Prioritas

Berita Terkait

batampos.co.id – Warga Kelurahan Kampung Pelita mengusulkan 40 kegiatan prioritas di 2022 pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, Selasa (2/2/2021).

Lurah Kampung Pelita, Mohammad Farhan, mengatakan, Musrenbang tersebut sudah melalui pra Musrenbang dan ditetapkan 40 usulan prioritas di 2022.

Farhan juga melaporkan, untuk kegiatan 2021, ada 12 kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Tahun 2020 juga sudah ada empat kegiatan yang dilakukan seperi tiga gedung serba guna dan satu gorong-gorong,” katanya.

Beberapa usulan yang disampaikan yakni:

  1. Lampu penerangan jalan sebanyak 25 titik di Pelita 1.
  2. Pembangunan gedung posyandu.
  3. Pembangunan batu miring di Pelita 7.
  4. Tembok penahan tanah di RT 002.
  5. Pembangunan drainse di Griya Pelita Mas
  6. Jalan penyebrangan orang di Jalan Raden Patah.

Usulan warga tersebut langsung direspons sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri Musrenbang di Kelurahan Kampung Pelita, Lubuk Baja. Foto: Pemko Batam

Usulan prioritas tersebut nantinya akan dibahas di Musrenbang tingkat kecamatan hingga kota yang akan dilaksanakan di kemudian hari.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang menghadiri musrenbang langsung merespon usulan warga Kampung Pelita.

Ia mengatakan, proses Musrenbang tersebut harus dilakukan agar pembangunan yang akan dilakukan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Tapi, ia meminta masyarakat bersabar karena tidak semua usulan dapat dilakukan karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tapi yakinlah, melalui perencanaan yang matang, yang benar-benar prioritas akan dilaksanakan,” ujarnya.

Amsakar pun membuka sesi tanya jawab dan tanggapan terkait usulan warga. Ia menyampaikan, hasil rencana ini akan dilaksanakan untuk kegiatan 2022 nanti.

Ia berharap, usulan warga tersebut benar-benar prioritas yang sudah dibahas dalam pra Musrenbang.

“Kalau ada yang tidak terakomodir di kota, kita coba dibahas di provinsi. Jangan pernah risau kalau tidak ada terakomodir. Sebetulnya semua usulan ini mau kami penuhi, apa daya APBD terbatas sehingga harus terseleksi per tahap,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan, anggaran 2022 diproyeksikan Rp3,1 triliun.

Namun lanjutnya anggaran tersebut dinilai sangat sedikit untuk melayani 1,3 juta warga Kota Batam yang tersebar di 64 kelurahan dan 12 kecamatan.

Karena itu ia meminta masyarakat untuk merumuskan dan mengawal kegiatan yang benar-benar prioritas bukan atas dasar kepentingan kelompok atau sebagainya.

“Kalau usulan itu untuk kepentingan masyarakat luas, saya yakin akan disetujui usulan ini,” kata dia.(*/esa)

Update