Sabtu, 4 April 2026

Imlek Bukan Hanya Barongsai dan Angpao Saja

Berita Terkait

Pekan ini ada satu tanggal merah. Jumat, 12 Februari, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Seperti apa perayaannya?

BERBEDA dengan tahun baru Masehi yang diperingati setiap 1 Januari, Imlek jatuh pada periode akhir Januari hingga pertengahan Februari. Sebab, perhitungan hari yang digunakan agak berbeda.

Dalam bahasa Hokkian, Imlek terdiri atas im yang berarti bulan dan lek yang bermakna kalender. ”Perhitungan kalendernya mengikuti perjalanan (revolusi) bulan mengorbit bumi serta dipengaruhi revolusi bumi terhadap matahari. Sementara itu, penanggalan Masehi berpegang pada revolusi bumi terhadap matahari saja,” kata ahli fengsui Mauro Rahardjo. Karena itulah, tanggal perayaan Imlek berubah setiap tahun.

Oh ya, Imlek juga bertepatan dengan awal musim semi. Pak Mauro menjelaskan bahwa dulu banyak warga Tiongkok yang bekerja sebagai petani. Saat musim dingin, tanaman tak bisa tumbuh. ”Saat memasuki musim semi, cuaca hangat dan tanaman mulai bertunas. Petani merasa diberkati dan merayakannya,” jelasnya.

Pernak pernik Imlek.

Menurut Pak Mauro, tak jauh berbeda dengan hari besar lainnya, perayaan Imlek dihabiskan bersama keluarga serta berbagi rezeki. Namun, di situasi pandemi, perayaannya cukup dilakukan di rumah saja. Tak perlu memaksakan diri berkunjung ke rumah saudara.

”Apalagi kalau punya kakek nenek dan anggota keluarga yang sudah tua. Mereka sangat rentan terjangkit virus,” ujarnya. Jangan sampai tertular dan menularkan virus ya.

Yang tak kalah seru saat Imlek tentu saja mendapat angpao! Angpao atau hong bao berarti amplop merah, simbol berbagi rezeki. Nah, Pak Mauro menyatakan bahwa angpao wajib diberikan orang tua kepada anaknya yang belum menikah. Makanan pun melimpah. Sebab, saat Imlek, piring sajian tak boleh kosong. ”Diharapkan, tahun ini ada lebih banyak rezeki,” tutur Pak Mauro.

Nah, ngomongin Imlek tak lengkap rasanya jika tak membahas barongsai dan lampion. Pak Mauro menceritakan bahwa dulu ada makhluk jahat bernama Nian yang sering memangsa penduduk desa setiap tahun baru. Namun, suatu saat Nian lari ketika melihat seorang anak memainkan api.

”Api yang dimainkan itu kini disimbolkan lampion. Merah diambil dari warna api yang juga melambangkan kebahagiaan karena Nian berhasil diusir,” terang Pak Mauro.

Tidak heran, banyak rumah atau tempat yang memasang lampion sebelum tahun baru. Konon, tarian barongsai (lion dance) dilakukan untuk menghalau roh-roh jahat, termasuk Nian. Karena saat ini masa pandemi, atraksi barongsai yang biasanya ditonton banyak orang diimbau untuk diadakan virtual demi mencegah kerumunan.

Pak Mauro juga mengingatkan agar kita tak keliru mengucapkan selamat nih! Dalam bahasa Mandarin, selamat tahun baru diucapkan Xin Nian Kuai Le. ”Gong Xi Fa Cai punya arti semoga dilimpahi kemakmuran. Ucapan ini bisa disampaikan kapan saja,” ungkap Pak Mauro. Jadi… Xin Nian Kuai Le, Gong Xi Fa Cai! (jpg)

Update