Kamis, 7 Mei 2026

Vaksinasi 16,3 Juta Pedagang dan Pelayan Publik Selesai Mei

Berita Terkait

batampos.co.id – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua akhirnya dimulai Rabu (17/2). Sasaran perdana adalah para pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Vaksinasi kemarin juga menandai dimulainya penyuntikan vaksin untuk petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia).

Total pedagang Pasar Tanah Abang yang akan divaksin sekitar 9 ribu orang. Setiap hari akan disuntik 1.500 orang. “Diharapkan, setelah ini dapat dilakukan juga bagi pedagang lain di seluruh Indonesia,” kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan, vaksinasi di Pasar Tanah Abang merupakan pilot project. ’’Kalau enggak salah, ada 153 pasar di Jabodetabek. Ini akan jadi model di provinsi lain,’’ terangnya.

Antrean pedagang yang hendak disuntik vaksin di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). (Foto:Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Vaksinasi tahap kedua itu diperuntukkan kelompok masyarakat yang karena profesinya rentan terpapar Covid-19. Di antaranya, tenaga pendidik, pelaku pariwisata, petugas pelayanan publik, pekerja transportasi publik, atlet, dan wartawan.

Budi menjelaskan, vaksinasi bagi petugas publik dilakukan dengan empat tipe. Pertama, vaksinator datang ke fasilitas kesehatan. Kedua, vaksinator datang ke kantor atau tempat petugas publik bekerja. Ketiga, vaksinator datang ke tempat ramai seperti pasar. Terakhir, membuat satu tempat penyuntikan masal dan orang-orang datang ke tempat tersebut.

Vaksinasi di Pasar Tanah Abang kemarin juga dihadiri Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. ’’Kami memulai vaksinasi untuk pelayan publik dan pekerja publik yang di dalam kalkulasi kami ada 16,9 juta,’’ jelas Jokowi. Dia melanjutkan, selain pekerja publik, ada juga 21,5 juta warga lansia yang akan divaksin.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menilai jumlah sasaran penerima vaksin dari kalangan pedagang pasar yang ditargetkan 1,3 juta sampai Maret masih kurang. Meski demikian, dia mengapresiasi program itu. ’’Ini memang ditunggu-tunggu karena sektor perekonomian yang terdampak besar Covid-19 adalah pedagang pasar atau mikro,’’ terangnya kemarin.

Hanya, jumlah 1,3 juta dirasa Ikhsan terlalu sedikit. Sebab, pelaku UMKM sangat banyak. ’’Ada 63 juta usaha UMKM. Termasuk pedagang pasar dan lain-lain, itu 60 jutaan. Tapi, tidak apa-apa, dimulai dari pedagang pasar dulu,’’ ucapnya.

Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, pihaknya telah mengantongi data pedagang dan pelaku UMKM sebagai sasaran vaksin. Data tersebut diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya BPJS Ketenagakerjaan, dengan jumlah sasaran yang terdaftar 4.014.000 orang.

Ikhsan melanjutkan, selain pedagang pasar, ada kalangan yang juga tak kalah berisiko. Yakni, pedagang tradisional di warung maupun toko modern. Mereka juga banyak berinteraksi dengan pembeli. ’’Toko modern seperti Alfamart dan Indomaret kan ada penjaganya, mereka juga harus disasar,’’ paparnya.

Ikhsan berharap hal itu menjadi pertimbangan pemerintah agar menambah jumlah sasaran vaksin. Pelaku UMKM sangat membutuhkannya agar bisa berjualan kembali dan berinteraksi lebih aman dengan pembeli. Diharapkan, pemerintah tidak hanya mengambil data dari BPJS Ketenagakerjaan, tapi juga dari kementerian terkait. Yakni, Kementerian Koperasi dan UMKM.

Dirjen P2P Maxi Rein menyebutkan, sesuai ketersediaan vaksin, sampai Maret baru 1,365 juta pedagang yang akan divaksin. Namun, dia memastikan bahwa sisa pedagang akan mendapat vaksin. ’’Hanya waktunya yang beda. April sudah dapat semua. Ini karena ketersediaan vaksin Februari-Maret itu (baru bisa, Red) kami alokasikan stok 30 persen untuk pedagang pasar,” ungkapnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menambahkan, vaksinasi tahap kedua dan ketiga ditargetkan tuntas pada Mei 2021. “Nanti pendataan daftar penerima vaksin merunut data yang dimiliki BPJS Kesehatan, dukcapil, serta hasil koordinasi kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya. (jpg)

Update