batampos.co.id – Beberapa pekan terakhir, kondisi cuaca di sebagian wilayah Batam cukup panas akibat minimnya curah hujan.
Meski begitu, angin bertiup cukup kencang setiap harinya. Kondisi cuaca yang panas dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama untuk kawasan hutan karena dalam kondisi kering.
Dalam beberapa hari terakhir, sudah beberapa titik hutan yang terbakar, seperti di kawasan hutan Dam Tembesi, Bukit Harimau Sekupang hingga TPA Telagapunggur.
Selain itu, sekolah di Nongsa juga terbakar pada Kamis (18/2/2021). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman, mengatakan dalam beberapa hari terakhir, pihaknya dapat laporan adanya kebakaran hutan.
Dugaan sementara, penyebabnya karena cuaca panas.
“Untuk jumlah beberapa titik kebakaran belum tahu pasti. Yang jelas saat ini, petugas kami sedang bekerja memadamkan api. Hari ini ada dua informasi titik kebakaran,” ujar Azman, Kamis (18/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Disinggung terkait kesiapan dinasnya untuk mengantisipasi adanya kebakaran yang diperkirakan akan sering terjadi di musim panas, Azman mengaku pihaknya selalu siap.

Sebab, petugasnya selalu ada dan siap menerima informasi kebakaran.
“Peralatan kami sudah standby 24 jam, jadi kalau ada kebakaran
langsung turun. Untuk air sudah ada di tangki (mobil) pemadam,”
kata Azman.
Menurut Azman, saat ini pihaknya memiliki enam armada mobil pemadam di tiga posko. Sementara untuk petugas, ada belasan orang.
“Untuk kebakaran besar kami selalu berkoodinasi dengan pemadam kebakaran dari BP Batam,” imbuh Azman.
Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap cuaca panas.
Di antaranya, jangan membakar sampah pada siang hari, karena percikan api kecil saja bisa menyebabkan kebakaran.
“Apalagi saat ini angin cukup kencang, sehingga bisa membawa percikan api ketempat yang mudah terbakar “ tegas Azman.
Adapun, peristiwa kebakaran yang terjadi di Nongsa adalah terbakarnya gudang peralatan SDN 005, Kamis (18/2/2021).
Kebakaran yang terjadi di gudang itu akibat korsleting arus listrik.Api mulai terlihat di tempat itu pukul 14.00 WIB.
Tapi karena pemadam kebakaran datang cepat, api tak sampai meluas dan berhasil dipadamkan dalam 30 menit.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Syofian, membenarkannya.
“Begitu mendapatkan informasi, anggota langsung turun membantu masyarakat dan pemadam kebakaran,” katanya,
Kamis (18/2/2021).
Ia mengatakan, dari kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Tapi, kerugian materiil atas kejadian ini cukup banyak.
Dari keterangan yang didapat polisi, barang-barang terbakar
itu adalah alat peraga sekolah, meja, kursi dan beberapa
buku-buku.
“Tidak ada aktivitas, para guru sudah pada pulang saat kejadian itu,” ucapnya.
Syofian mengatakan, ada enam unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api di wilayah ini.
“Pemadaman cukup cepat, sehingga api tidak meluas ke permukiman penduduk,” tuturnya.
Ia berharap, ke depan masyarakat semakin berhati-hati. Apalagi, kini kondisi cuaca sangat panas dan kering serta angin cukup kencang.
“Jangan membakar sampah sembarangan, akibatnya bisa menjadi buruk. Pastikan sambungan listriknya terpasang dengan baik. Segera laporkan begitu ada kejadian seperti ini,” pungkasnya.
