Selasa, 5 Mei 2026

Vaksin di Batam Disimpan di Bekas Gedung Brimob

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam mempersiapkan gudang sebagai tempat penyimpanan vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi tahap 2.

Meskipun hingga saat ini, belum diketahui berapa dosis yang akan diberikan pemerintah pusat untuk Kota Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penyiapan gudang tempat penyimpanan vaksin itu menindaklanjuti telegram dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menyiapkan tempat penyimpanan vaksin.

Dimana, saat ini Rudi telah menunjuk gedung BP Batam di Sekupang yang merupakan bekas gedung Brimob, sebagai tempat penyimpanan vaksin.

”Gedungnya sudah ada, tinggal membeli alat pendingin vaksin Covid-19 itu,” ujar Rudi, belum lama ini, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Mengenai biaya pembelian alat pendingin itu, Rudi menyebut saat ini sedang dibahas.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperlihatkan vaksin yang diterima dari Pemprov Kepri beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Selain itu, pihaknya masih menunggu informasi jumlah vaksin yang akan diberikan pemerintah pusat, sehingga bisa mengetahui biaya yang diperlukan.

”Nanti kalau vaksinnya sudah datang, baru kita siapkan. Karena kita diberi izin untuk memfokuskan anggaran di APBD 2021,” katanya.

Sementara mengenai jumlah sasaran, sampai saat ini belum bisa dikalkulasikan karena jumlah vaksin belum diketahui.

Meski demikian, pemberian vaksin akan difokuskan untuk aparat keamanan.

”Jumlahnya juga tidak tahu. Nanti untuk gelombang ketiga baru untuk umum. Itu yang jumlahnya besar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, untuk vaksinasi tahap II, akan dimulai pada akhir bulan Februari ini.

Untuk tahap ini, dikhususnya bagi TNI-Polri, Satpol PP, Lurah atau perangkat Desa Kelurahan, anggota DPR, DPD, DPRD, pejabat
negara, Aparatur Sipil Negara, Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja, pegawai BUMN dan BUMD.

”Atau petugas pelayanan publik lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang berusia 18 tahun ke atas,” ujar Didi.

Untuk tahap II, vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, vaksinasi massal terpusat di gedung-gedung, atau vaksinasi mobile terpusat di tempat keramaian.

Didi juga melaporkan, jumlah stok vaksin di Batam saat ini sebanyak 11.800 vial. Dari total vaksin itu, 6.389 vial sudah
digunakan untuk vaksinasi dosis pertama, dan 4.612 vial
dosis kedua.

”Ada 25 vial vaksin yang rusak, sisa 774 vial lagi. Kekurangan vaksin untuk dosis kedua sebanyak 1.003 vial,” kata dia.(jpg)

Update