Jumat, 1 Mei 2026

Pria di Batam Bunuh Istri karena Persoalan Lontong

Berita Terkait

batampos.co.id – Polisi menangkap TS, 28, karena membunuh istrinya sendiri, Ayu Khasiatni, dikediamannya di Tanjunguma, Kamis (11/3/2021) malam lalu.

Pembunuhan ini disebabkan persoalan sepele. Ayu tidak menunggu suaminya pulang untuk makan bersama, usai keluarga ini mendapatkan lontong mi pemberian tetangganya.

Keduanya pun cekcok mulut dan saling adu fisik, hingga akhirnya TS membunuh istrinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, membenarkan kronologis kejadian ini.

”Benar, kami mem-back up kasus yang ditangani Polsek Lubukbaja,” katanya, Minggu (14/3/2021).

Arie menerangkan, kejadian bermula pada Kamis (11/3/2021)
sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, TS pulang dari rumah abang kandungnya. Sesampai
di rumah, TS melihat istrinya sedang makan lontong yang diberikan tetangganya.

Pelaku menegur korban dan mengatakan bahwa setiap makanan pemberian tetangga, mestinya menunggu dirinya pulang.

Alasannya, karena tidak mengetahui isi makanan yang diberikan tetangganya.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, TS lalu menendang wajan yang berisikan minyak hingga tumpah ke lantai.

Korban tidak terima dengan perbuatan suaminya. Ini memicu pelaku dan korban cekcok. Tiba-tiba, korban memukul bagian bahu kiri pelaku.

Lalu, pelaku membalas dengan memukul bagian wajah korban.
Pertengkaran pun tak kunjung berakhir, lalu Ayu mendorong
suaminya hingga ke depan kulkas.

Saat terdorong, TS melihat pisau yang ada di atas kulkas, lalu diambilnya dan dilemparkan ke arah Ayu.

Nahas, pisau itu menancap ke leher sebelah kiri istrinya yang sedang hamil 4 bulan tersebut.

Pelaku lalu mencabut pisau dan meletakkan istrinya di lantai ruang tamu.

”Pelaku ini berteriak minta tolong dan membawa korban ke klinik di Tanjunguma, tapi ditolak. Lalu pelaku membawa korban ke puskesmas, tetap ditolak juga. Hingga akhirnya, pelaku membawa korban ke RS Harapan Bunda,” ucap Arie.

Pelaku sempat pulang ke rumah membersihkan pisau yang berlumuran darah. Lalu, pelaku kembali ke rumah sakit dan mendapatkan kabar istrinya meninggal dunia.

”Petugas kepolisian datang dan mengamankan pelaku, sedangkan jenazah korban dibawa di Rumah Sakit Bhayangkara.”

Arie mengatakan bahwa penyidikan terus berlangsung. Beberapa orang saksi diminta keterangan.

Penuturan salah satu tetangga pelaku, Sulaiman, ternyata selaras dengan hasil penyelidikan polisi.

”Anaknya yang paling besar cerita ke saya, kalau dia me lihat langsung kejadian itu. Katanya, ayahnya melempar pisau ke ibunya,” ujar Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, sebelum kejadian, pasangan suami istri (pasutri) beserta dua anaknya tersebut masih terlihat berjalan di sekitar permukiman.

Namun, pada malam hari, keduanya terlibat cekcok.

”Sorenya itu mereka seperti tidak ada masalah. Masih berjalan sama-sama,” kata pria 24 tahun ini.

Selama dua bulan bertetangga dengan sekat triplek, Sulaiman mengaku hanya beberapa kali mendengar pasutri tersebut cekcok.

Selain itu, ia juga tak pernah melihat maupun mendengar pelaku menganiaya istrinya.

”Cekcok ada dengar, tapi sebatas wajar. Kalau (pelaku) memukul anaknya juga saya tak pernah lihat,” kata Sulaiman.

Sementara Darwin, tetangga lainnya, mengatakan, TS dikenal sebagai sosok yang ramah dengan warga sekitar.

Pria 30 tahun tersebut kesehariannya berdagang buah keliling. Sedangkan Ayu mengurus kedua anaknya di rumah.

”Dia (pelaku) sama warga dan tetangga ramah. Sering juga nongkrong, ngopi sama saya. Paling masalah kerjaan, dari kerja galangan ke jualan buah. Tapi kalau masalah rumah tangga, dia tidak pernah cerita,” katanya di lokasi.

Darwin mengaku mendengar keributan dan cekcok pada malam pembunuhan tersebut.

Ia mengatakan, keributan itu bermula saat pelaku yang sudah memotong buah hendak makan malam. Namun, di dapur tak ditemukan makanan atau korban tak memasak.

”Masalahnya sepele, karena masak, tak ada makanan. Kadang ribut juga tak ada sarapan. Semua tetangga tahu,” katanya.

Darwin menjelaskan, pada malam tersebut usai melukai istrinya, TS membawa Ayu menuju Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB). Di dalam rumah, darah Ayu berceceran hingga ke teras.

”Di dalam rumah banyak darah, sampai sini (teras). Awalnya dia (pelaku) bilang kalau istrinya terjatuh, dan terkena pisau,” ungkapnya.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Arya Tesa Brahmana, menambahkan, selama 12 jam menjalani pemeriksaan, TS mengakui perbuatannya.

Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, pakaian korban, dan pakaian pelaku.

”Pelaku mengaku perbuatannya dan sudah kita amankan,” tegasnya.(jpg)

Update