batampos.co.id – Pembelajaran tatap muka sudah mulai dilaksanakan di beberapa SMP di Batam. Namun, untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), masih belum banyak yang menggelar kegiatan serupa.
Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Kusuma Efendi, mengatakan, sekolahnya belum menggelar pembelajaran tatap muka.
”Belum, kami hanya menggelar pas ujian saja,” katanya, Senin (15/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ia mengatakan, tatap muka untuk ujian ini hanya untuk kelas XII, sedangkan untuk kelas X dan IX, ujian digelar secara daring.
Ujian tatap muka kelas XII, kata Vivi, digelar 22 Maret mendatang.
”Sejauh ini pembelajaran secara daring,” ucapnya.

Namun, ada beberapa anak yang datang ke sekolah untuk belajar. Vivi mengatakan, anak-anak tersebut memiliki keterbatasan alat maupun kuota internet.
”Ada belasan anak, makanya kami perbolehkan menggunakan peralatan sekolah. Tapi bukan untuk dibawa pulang,” tuturnya.
Plt Kepala SMAN 26, Midianto, mengatakan, masih belum menggelar sekolah tatap muka.
Dia mengaku, belum mendapatkan rekomendasi untuk menggelar pembelajaran secara offline.
”Sejauh ini masih online,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M Dali, mengaku, beberapa rekomendasi sudah dikeluarkan untuk pembejalaran tatap muka.
Tapi, ada pertimbangan dari beberapa kepala sekolah, sehingga pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan.
Selain itu, pembelajaran tatap muka urung digelar akibat adanya kekurangan kelengkapan yang diminta sesuai SKB 4 Menteri.
Dali mengatakan, kelengkapan ini seperti syarat mengantongi
dukungan dari berbagai pihak.
”Seperti stakeholder,” tuturnya.
Ia mengatakan, sekolah tatap muka untuk SMA dan SMK ini, akan terus berproses.
”Akan bertambah, menunggu dukungan semua pihak,” ucapnya.
Saat ditanyakan berapa sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, Dali mengaku, sedang tidak memegang datanya.
Namun, ia mengatakan setiap hari jumlahnya bertambah.
”Saya tak tahu jumlah pastinya,” ujarnya.
Untuk sekolah menengah pertama di Batam sudah mulai banyak menggelar belajar tatap muka.
Salah satunya, SMPN 12 Batam. Kepala SMPN 12 Batam, Nurmi, mengaku tidak ada kendala, setelah dilaksanakan pembelajaran tatap muka selama dua minggu ini.
”Semuanya berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.
Ia mengatakan, jumlah siswa yang ingin ikut pembelajaran
tatap muka terus bertambah setiap harinya.
Hal ini disebabkan orangtua siswa menandatangani formulir untuk membolehkan anaknya kembali ke sekolah.
”Setiap rombel itu makin bertambah siswanya, ada 2, 3 bahkan sampai 10 siswa. Walaupun siswa bertambah, kami tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya.(jpg)
