Rabu, 22 April 2026

Pasien Covid-19 di Batam Boleh Karantina di Hotel

Berita Terkait

batampos.co.id – Peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam terus terjadi.

Klaster keluarga menjadi penyumbang paling banyak, lalu pasien positif dari kalangan pekerja migran Indonesia (PMI).

Yang terjadi saat ini, fasilitas untuk karantina terbatas. Untuk itu, pemerintah menggunakan fasilitas hotel untuk karantina.

Saat ini salah satu hotel di Batam, mulai diisi pasien positif
Covid-19. Mereka yang menggunakan hotel merupakan pasien isolasi mandiri dengan biaya sendiri.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penangan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, saat ini sudah ada yang mengisi dan menjalani perawatan isolasi mandiri di hotel.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penangan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG. Foto: Dokuemntasi batampos.co.id

“Mereka bayar sendiri,” sebutnya, Kamis (6/5/2021).

Didi menyebutkan, untuk rawat inap dan isolasi, kapasitas rumah sakit di Batam masih cukup.

Namun untuk pelayanan ICU khusus positif Covid-19 bergejala jumlah yang tersedia sudah mulai menipis akibat peningkatan
kasus belakangan ini.

“Untuk kapasitas rawat yang tersedia sekarang masih bisa.
Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus yang bergejala, sehingga semua bisa ditangani dan bisa ditampung semua,” harapnya.

Rumah sakit pemerintah di Batam yang masih tersedia tempat tidur sekitar 30 persen.

Sementara tempat tidur rumah sakit swasta tinggal 20 persen.

“Kalau dihitung, sekitar 300 tempat tidur yang tersedia. Sekarang, dari total 700-an pasien Covid-19, sekitar 500-an orang dirawat di rumah sakit dan sekitar 150 lebih isolasi mandiri,” ungkapnya.

Namun, sejalan dengan peningkatan kasus baru, pihaknya tetap menyiapkan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dengan kapasitas 70 kamar dengan dua tempat tidur.

“Jadi, ada sekitar 140 tempat tidur kita sediakan di sana,” sebutnya.(jpg)

Update