Rabu, 28 Januari 2026

Pemprov Kepri Bidik APBN Ratusan Miliar

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Andri Rizal mengatakan di luar Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemerintah Provinsi Kepri mengusulkan belasan rencana pembangunan strategis daerah lewat Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek).

Pihaknya berharap rencana tersebut dapat diakomodir lewat APBN Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang.

”Ada 20 rencana pembangunan strategis yang sudah disampaikan Pak Gubernur langsung kepada Presiden belum lama ini. Salah satunya adalah Jembatan Babin,” ujar Andri Rizal, Senin (17/5) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, kegiatan-kegiatan sudah disampaikan juga pada Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tersebut tersebar di tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri.

Pertama di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang ada empat rencana pembangunan strategis. ”Pembangunan pelabuhan bongkar muat terintegrasi Pelantar I dan Pelantar II, Pembangunan Fly Over Basuki Rahmat, Pembangunan Fly Over Km 8, dan pembangunan kolam retensi di kawasan Sulaiman Abdullah,” jelasnya.

Kemudian di Kabupaten Bintan ada pembangunan kolam retensi dan saluran drainase di kawasan Pertamina, pembangunan spam regional, pembangunan sarana dan prasarana akademi komunitas. Selain itu ada juga rencana penyediaan sarana dan prasarana penyimpanan ikan yang diusulkan untuk Kabupaten Bintan, Anambas, dan Natuna.

Selanjutnya ada usulan kegiatan bimbingan teknis dan supervisi usaha masyarakat di Kabupaten Bintan, Lingga, dan Karimun. Sedangkan di Kabupaten Anambas usulan yang disampaikan adalah pengembangan Pelabuhan Tarempa dan Bandara Letung. Berikutnya di Kabupaten Natuna adalah usulan peningkatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Coki tersebut menyebutkan, ada tujuh usulan kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Pertama adalah penyediaan kapal perikanan, kedua pelatihan strategis Sumber Daya Manusia Kesehatan, pemberdayaan dan pembinaan kemitraan usaha sebagai pemasok industri pariwisata.

”Selain itu ada juga penyaluran premi asuransi bagi 4.500 nelayan. Infrastruktur 5.000 jaringan gas bumi bagi rumah tangga, dan pelatihan 3 in 1 bagi calon tenaga kerja industri. Memang tidak semua usulan kegiatannya dalam bentuk fisik,” jelasnya lagi.

Ditanya berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk rencana strategis tersebut? Mengenai hal itu, Coki mengatakan nilainya ratusan miliar. Karena sebaran usulan tersebut di beberapa Kementerian/Lembaga. Ditambahkannya, salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu adalah pembangunan Jembatan Babin.

Coki berharap kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan rencana janji Presiden. Karena kehadiran Jembatan Babin menjadi jantung baru bagi percepatan pembangunan dua daerah di luar Batam, yaknk Bintan, dan Tanjungpinang.

”Semoga rencana besar yang kita sampaikan ini semuanya diakomodir. Meskipun dilakukan secara bertahap. Adapun untuk besaran anggarannya akan dibahas lebih lanjut,” tutup Coki.(*/jpg)

Update